Syarat Haji 2024 bagi Lansia: Akan Ada Pemeriksaan Daya Ingat

https://ift.tt/zlus84V
com-Ilustrasi ibadah Haji. Foto: Shutterstock
com-Ilustrasi ibadah Haji. Foto: Shutterstock

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyambangi Kantor Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Jakarta, Kamis (5/10). Dalam kunjungannya kali ini, Menag bertemu dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin guna membahas skema baru penentuan istitha'ah kesehatan jemaah haji 1445H/2024M.

Gus Yaqut mengatakan Pemerintah Arab Saudi telah menginformasikan besaran kuota haji pada 2024 untuk Indonesia berjumlah 221.000 jemaah.

Ia juga mengatakan Indonesia saat ini memiliki 500 ribu calon jemaah haji kategori jemaah lanjut usia.

"Selain cuaca yang diprediksi masih ekstrem hingga lima tahun ke depan. Kita juga dihadapkan dengan berkurangnya jumlah petugas haji pada penyelenggaraan haji 2024. Inilah tantangan kita ke depan. Soal Istitha'ah kesehatan saya sudah melaporkan hal ini kepada Presiden Joko Widodo," kata Gus Men dalam rilisnya, dikutip Jumat (6/10).

Istitha'ah merupakan istilah dalam agama Islam yang merujuk pada kondisi atau kemampuan seseorang untuk melaksanakan ibadah haji ke Baitullah di Makkah, Arab Saudi.

"Terkait istitha'ah kesehatan ini, nanti akan disiapkan regulasinya oleh Kemenag dan Kemenkes untuk musim haji 1445H," kata Gus Men.

Hadir mendampingi Gus Men, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief, Staf Khusus Menag Ishfah Abidal Aziz, Staf Ahli Abu Rochmat, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid dan Direktur Pengelolaan Dana Haji dan Sistem Informasi Haji Terpadu Jaja Jaelani.

Senada dengan Menag, Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam kesempatan itu menyampaikan pihaknya sudah menyiapkan konsep baru sistem pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji yang akan diterapkan pada tahun 2024.

"Pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji dengan konsep baru yang kami siapkan meliputi pemeriksaan MCU, kesehatan mental, kesehatan kognitif serta penilaian tingkat kemandirian aktivitas sehari-hari dari calon jemaah haji. Pemeriksaan kesehatan mental ini dilakukan untuk mengidentifikasi dimensia orientasi daya ingat dan konsentrasi," ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin.

"Sementara pemeriksaan kognitif diperlukan untuk mengidentifikasi kemampuan berpikir pada lansia. Inilah konsep baru pemeriksaan kesehatan yang akan kami terapkan pada penyelenggaraan haji 1445H nanti," sambungnya.

Ia menambahkan dalam rentang 2018 hingga 2023 terdapat lima penyakit terbanyak yang dialami oleh jemaah haji Indonesia saat di rawat di Rumah Sakit Arab Saudi. Lima penyakit itu yakni Pneumonia, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), Infark, Miokard Akut dan Penyakit Jantung Koroner (PJK).

Baca Juga
Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama

Featured

News Feed