Ramalan Mbak You: Ada 3 Gempa Dahsyat di Pulau Jawa Tahun Ini, Cek lokasinya

 


Ramalan Mbak You: Ada 3 Gempa Dahsyat di Pulau Jawa Tahun Ini, Cek lokasinya

Sosok paranormal Mbak You kerap jadi perbincangan karena ramalannya. Bahkan karena terawangannya, nyaris menjebloskan dirinya ke penjara. Sebelum meninggal, ia meramal akan ada gempa hebat di Pulau Jawa.

Bukan kali ini saja, sebelumnya juga ia meramal presiden akan lengser dan terjadi penjarahan besar-besaran.

Kemudian, Mbak You masih sering meramal mengenai berbagai hal, termasuk soal bencana alam.

Kemudian menjelaskan bahwa akan ada tiga gempa hebat. Bahkan ia meneawarang hal itu mampu membuat pulau Jawa ambles menjadi satu.

Belum lama ini, Mbak You juga mengisyaratkan ramalan bencana alam melalui akun Instagramnya.

Mbak You menyertakan sebuah video pendek. Video yang memperlihatkan erupsi gunung berapi. Gunung tersebut memuntahkan lava pijarnya. Tidak lama setelahnya kembali mengunggah kembali video kompilasi ramalannya.

Mbak You membeberkan bencana alam yang akan terjadi di tanah air. Seperti adanya pergerakan tanah dan tanah keluar dari perut bumi. Selain itu tanah amblas sampai susah melihat batas lokasinya, gempa bumi dan tsunami.

Hal tersebut diungkapkan saat diminta menerawang oleh Tukul Arwana. Mengenai kondisi yang akan terjadi di Indonesia. Mbak You juga membeberkan bencana alam yang bisa menyebabkan pulau Jawa ambles. Sehingga akan menjadi satu kesatuan.

Paranormal Mbak You menegaskan dirinya tidak ingin mendahului takdir Tuhan. Hanya ingin menyampaikan yang dirasa harus disampaikan. Hal itu agar masyarakat menjadi lebih waspada.

Di era kekinian ini, ternyata masih ramai juga ya yang tertarik dengan ramalan paranormal. Apakah Anda juga termasuk?

Sementara itu, Gempa Megathrust Selatan Jawa Diprediksi Tiap 400 Tahun, Potensi M 8,8.

Gempa yang bersumber di megathrust di selatan Jawa diperkirakan bisa terjadi setiap 400 tahun dengan Magnitudo (M) 8,8.

Perkiraan tersebut disampaikan Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari sesuai dengan perhitungannya dengan sejumlah peneliti menggunakan Global Positioning System (GPS).

“[Kami] mencoba menggunakan GPS, Bumi kita bergerak dan pergerakannya itu bisa dihitung dari GPS. Pergerakannya ini kemudian kita estimasi sampai maksimalnya itu dia bisa menahan itu kekuatan gempanya berapa,” ujar dia, pada acara Disaster Briefing yang disiarkan secara virtual, Senin (14/11).

“Sampai untuk Selatan Jawa hitungan periode ulang itu ada di kisaran 400 tahunan. Satu segmen megathrustrust dengan kekuatan 8,8,” imbuhnya.

Megathrust merupakan lajur zona pertemuan antar lempeng tektonik (subduksi) yang kedalamannya terbilang dangkal, yakni kurang dari 50 km.

Selatan Jawa memiliki dua segmen megathrust, yakni segmen selatan Jawa bagian barat dan segmen selatan Jawa bagian timur.

“Kita punya dua segmen, segmen selatan Jawa bagian barat dan selatan Jawa bagian timur, kalau dia pecah satu-satu yang barat itu M 8,8, yang timur itu M 8,9, kalau pecah langsung itu sekitar M 9,1,” ungkap Abdul.

Meski demikian, informasi yang kurang mencukupi membuat Abdul tidak dapat menarik kesimpulan kapan gempa megathrust tersebut akan terjadi. Namun, catatan terakhir menunjukkan gempa megathrust selatan Jawa terakhir kali terjadi pada 1818.

“Kita masih belum bisa menentukan ini kira-kira berapa puluh tahun lagi dia akan perulangan dengan kekuatan 8,8 sampai 9 ini. Jadi yang harus menjadi tantangan kita di sini untuk bisa menggali lebih dalam lagi untuk mengetahui di belakang itu historisnya seperti apa,” tutur pria yang akrab disapa Aam ini.

Dalam sebuah penelitian, Aam bersama sejumlah ahli kegempaan, seperti Dwikorita Karnawati, Tatok Yatimantoro, Daryono dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Rahma Hanifa dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Sri Widiyantoro dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Nicholas Rawlinson dari Department of Earth Sciences-University of Cambridge menyebut peristiwa megathrust di selatan Jawa tersebut dapat menyebabkan tsunami hingga setinggi 34 meter.

“Kami menemukan ketinggian tsunami maksimum bisa mencapai 34 meter di sepanjang pantai barat Sumatera bagian selatan dan di sepanjang pantai selatan Jawa dekat Semenanjung Ujung Kulon,” ujar peneliti.

Sementara itu, dalam penelitian oleh Sri Widiyantoro yang berjudul ‘Implications for megathrust earthquakes and tsunamis from seismic gaps south of Java Indonesia’ disebutkan tinggi tsunami di selatan Jawa maksimum hingga 20 meter dan rata-rata 4,5 meter.

“Skenario terburuk, di mana dua segmen megathrust yang membentang di Jawa pecah secara bersamaan, menunjukkan bahwa ketinggian tsunami dapat mencapai 20 meter dan 12 meter di pantai selatan Jawa Barat dan Jawa Timur, dengan ketinggian maksimum rata-rata 4,5 meter sepanjang pantai selatan Jawa,” tulisnya dalam jurnal Nature.

Baca Juga
Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama