Bayi 18 Bulan Selamat dari Kecelakaan Maut, Ibunya Sempat Berfirasat Buruk

 


Ajaib! Bayi 18 Bulan Selamat dari Kecelakaan Maut, Ibunya Sempat Berfirasat Buruk

Seorang ibu di Sukoharjo memiliki firasat tidak enak ketika bayinya ikut rombongan tilik bayi di Wonogiri.

Firasatnya pun menjadi kenyataan, Putri Noviatasari (25) mendapat kabar bahwa minibus yang ditumpangi bayi dan neneknya mengalami kecelakaan dan masuk jurang di Gunung Pegat Desa Bumiharjo, Kecamatan Nguntoronadi, Wonogiri pada Senin (21/11/2022).

Putri mengatakan bahwa anaknya ikut dalam rombongan bersama neneknya ke Wonogiri karena saat itu ditinggal bekerja di wilayah Sukoharjo.

Namun keajaiban terjadi, bayi berusia 18 bulan yang merupakan anak dari Putri tersebut lolos dari kecelakaan maut.

Adiva Dania Khanza selamat di antara korban jiwa yang mencapai 8 orang.

Dilansir dari Tribun Jogja, minibus mengalami kecelakaan karena tak kuat menanjak, Adiva dan neneknya selamat.

Sementara delapan penumpang lainnya meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kini Adiva telah kembali bersama orangtuanya.

Sementara sang nenek mendapatkan perawatan medis di RS Hermina.

Kakek Adiva mengatakan dirinya bersyukur karena cucu dan istrinya selamat dalam peristiwa memilukan tersebut.

“Tadi ikut neneknya, alhamdulillah tidak apa-apa. Saya senang, bersyukur sekali sama Allah, cucu saya dilindungi,” kata Kakek Narkam dikutip dari Tribunsolo.com.

Putri Noviatasari mengaku sebelum kejadian, dirinya sudah mendapatkan firasat buruk.

Firasat buruk tersebut akhirnya benar-benar terjadi.

Putri mengaku mendapatkan informasi dari salah satu temannya yang mengabarkan soal kecelakaan yang menimpa minibus rombongan penjenguk bayi di wilayah Nguntoronadi.

Penumpang yang ikut dalam bus nahas tersebut termasuk anak dan ibunya.

“Saya langsung ke lokasi kejadian, kabarnya sudah dibawa ke rumah sakit semua, saya langsung putar balik kesini (RS Hermina),” jelasnya.

Menurutnya, di lokasi kejadian anaknya sempat menangis, akan tetapi setelah dilakukan pemeriksaan di rumah sakit, tak ada luka sedikitpun di badan anaknya.

“Alhamdulillah tidak ada luka, tadi dicek juga.”

“Luar aman dalam juga aman,” ujar Putri.

Sebelum kecelakaan terjadi, para rombongan yang didominasi perempuan tersebut baru pulang dari tilik (menjenguk) bayi.

Mereka adalah warga Dusun Bendungan yang tersebar di RT 2, RT 3 dan RT 4.

Ada pula warga dari Dusun Sambeng.

Para rombongan tilik bayi yang berjumlah 36 orang itu berangkat dari rumah mereka dengan mengendarai minibus KSU Panca Tunggal dengan nomor polisi AD 1684 BG.

Minibus tersebut dikendarai WA (44).

Usai tilik bayi, mereka pun beranjak pulang dari arah Gunung Pegat menuju Desa Kulonrejo, kecamatan Nguntoronadi.

Rombongan pun melewati tanjakan dan sebagian penumpang inisiatif turun lalu jalan kaki.

Namun minibus yang dikemudikan WA tersebut tak kuat menanjak dan pengemudi pun berinisiatif menarik rem tangan.

Tapi bus tetap berjalan mundur tak terkendali, karena kondisi ruas jalan berupa cor beton yang licin.

Tak pelak, bis pun terperosok ke kanan lalu terguling di kolam area persawahan milik warga.

Kecelakaan tersebut menewaskan delapan penumpang yang semuanya berasal dari Dusun Bendungan, Desa Kulurejo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri.

Delapan korban tersebut antara lain Darmi (62), Sugiyatmi (37), Paikem (81), Marinah (72), Jiyem (53), Warsiyem (68), Sumirah (62) dan Sri Suwarmi (46).

Sementara 20 penumpang mengalami luka-luka dan dilarikan ke RS Hermina Wonogiri.

Baca Juga
Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama