Pria Ini Baru Tahu Istrinya Polwan Gadungan Setelah 5 Bulan Menikah, Keluarga Kena Tipu Rp204 Juta


 Pria Ini Baru Tahu Istrinya Polwan Gadungan Setelah 5 Bulan Menikah, Keluarga Kena Tipu Rp204 Juta

Nasib apes dialami oleh seorang pria di Sumatera Utara berikut ini.

Lima bulan membina rumah tangga, dia baru sadar ternyata wanita yang dinikahinya adalah seorang polwan gadungan.

Keluarganya kena tipu hingga Rp204 juta dengan iming-iming meluluskan seseorang masuk bintara polisi tanpa tes.

Seperti apa kisah lengkapnya?

Baca juga: NGAMAR Bareng PIL, Oknum Polwan Digerebek Suami Sah, Apes Selingkuhan Kabur Duluan, Begini Nasibnya

Seorang suami baru tahu fakta mengejutkan tentang sang istri usai 5 bulan menikah.

Ya, bisa dibilang nasib pria satu ini sungguh apes.

Pasalnya, pria berinisial SS ini baru tahu jika istrinya, WS adalah polwan gadungan usai 5 bulan menikah.

Melansir Suar.id, SS bukan hanya dibohongi soal profesi oleh WS, melainkan ia jadi korban penipuan.

Keluarga SS kena tipu mencapai Rp 240 juta.

Diketahui bahwa pria ini menikah dengan wanita pujaan hatinya pada 29 Maret 2020.

Momen bahagia itu dihelat di Limapuluh Kota, Sumatera Utara.

Hal tersebut diungkap oleh Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan.

“WS mengaku sebagai polwan berpangkat AKBP dan bertugas di Polda Metro Jaya Jakarta,” ungkap Dony Setiawan, Kamis (27/8).

Dikatakan bahwa WA mengaku bisa meluluskan seseorang masuk bintara polisi tanpa tes.

Alhasil keluarga SS pun percaya dengan omong kosong wanita itu.

Sejumlah orang pun akhirnya menyetor uang pada polwan gadungan.

Tujuan mereka sama, yaitu ingin masuk polisi tanpa tes.

“WS mengaku sudah banyak meluluskan orang masuk bintara polisi. Karena keluarga korban percaya, akhirnya minta bantuan tersangka,” kata Dony.

Setidaknya ada 4 korban yang masih memiliki hubungan keluarga dengan suami WS.

Mereka adalah DP (20) yang telah menyetor uang Rp46,5 juta, SW (19) memberikan uang Rp70 juta, A (19) sebanyak Rp42,5 juta dan AD (19) sebesar Rp45 juta.

“Tiga korban merupakan warga asal Sumbar dan satu Suatera Selatan. Semuanya masih saudara suami tersangka,” kata dia.

Penipuan itu terus berlanjut, tersangka kembali minta uang pada para korban.

Tersangka menggunakan alasan, menyaksikan keberangkatan calon peserta didik yang lulus dalam seleksi penerimaan Bintara Polri Tugas Umum ke SPN Betung Polda Sumsel tahun 2020.

Para korban diminta untuk datang dan menginap di sebuah hotel di Palembang.

Akan tetapi, tersangka tak menepati janjinya dan malah meminta uang lagi lalu kabur.

Alhasil WS dilaporkan ke polisi dan ditangkap pada 20 Agustus 2020 di Depok.

“SS (suaminya) tidak ikut (terseret kasus).

Dia juga ditipu dan tidak menikmati uang hasil penipuan WS. Saat ini tersangka sudah ditahan,” kata Dony.

Kisah serupa juga dilakukan seorang wanita berinisial SZ yang diduga menipu keluarganya sendiri.

Melansir Bangkapos.com, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepulauan Bangka Belitung berhasil mengamakan SZ.

SZ ditangkap usai mengaku sebagai polwan yang bertugas di Kepulauan Bangka Belitung.

Muslihat SZ lanjut Maladi mulai terbongkar setelah adanya laporan penipuan di Mapolda Babel pada Senin, 11 April 2022 lalu yang dilaporkan langsung oleh orang tua dan paman SZ.

“Informasi ini terbongkar setelah keluarga SZ ini melapor ke Polda Babel,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung, Kombes (Pol) Maladi pada Rabu (13/4/2022).

Berdasarkan laporan yang diterima, pihak keluarga mengaku bahwa SZ telah meminta transfer uang senilai kurang lebih Rp 50 juta ke sejumlah nomor rekening.

“Dari laporan ini, uang tersebut dikirimkan dan digunakan untuk meloloskan SZ sebagai anggota Polwan dan biaya juga selama mengikuti pendidikan kepolisian,” ujarnya.

Tapi, karena mengendus adanya kejanggalan, Tim Opsnal dan Penyidik Ditreskrimum Polda Babel kembali memanggil dan melakukan interogasi terhadap SZ dan keluarganya.

Setelah ditelusuri, ternyata SZ ini mengakui jika dirinya telah mengarang dan merekayasa cerita seolah-olah dirinya sudah diterima menjadi seorang Polwan kepada orang tua dan pamannya.

“Saat diinterogasi, SZ ini mengakui dirinya telah diterima sebagai Polwan, tetapi itu hanya cerita karangan,” katanya.

Adapun alasan SZ melakukan perbuatan ini yakni karena terlanjur depresi dan malu lantaran kerap diolok-olok teman-temannya.

Selain itu ia juga tak ingin mengecewakan orang tua dan keluarganya.

Baca Juga
Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama