Wanita yang Meninggal Bersama AKP Novandi: Fatimah, Anggota PSI Banjarmasin


Identitas korban kedua dalam insiden kecelakaan mobil Camry yang menabrak separator Busway dan terbakar di kawasan Senen, Jakarta Pusat, terungkap. Ia adalah anggota perempuan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bernama Fatimah.
Iklan – Artikel dilanjutkan di bawah

Jubir PSI Sigit Widodo membenarkan kabar tersebut. Fatimah atau yang akrab disapa Sis Zahra merupakan kader di Kota Banjarmasin.

"Kabar yang kami dapatkan dari DPD PSI Banjarmasin begitu," kata Sigit saat dihubungi, Selasa (8/2).

"Almarhumah kader aktif di Kota Banjarmasin yang baru pindah ke Jakarta," tambah dia.

Ia mengaku terkejut dengan meninggalnya Fatimah. Sebab almarhumah dikenal aktif di kepengurusan.

"Kami di DPP terkejut dan sedih mengingat DPD Kota Banjarmasin sering mengabarkan keaktivan almarhumah dalam kegiatan-kegiatan PSI. Tapi secara pribadi, saya tidak kenal," kata Sigit.
Iklan – Artikel dilanjutkan di bawah

Kabar meninggalnya Fatimah disampaikan pertama kali oleh Ketua Umum PSI Giring lewat Instagram pribadinya. Fatimah atau yang akrab disapa Sis Zahra adalah anggota pengurus DPD PSI Kota Banjarmasin.

"Turut berduka cita sedalam dalamnya. Mewakili DPP @psi_id , saya H. Giring Ganesha Djumaryo mendoakan agar almarhumah Sis Fatimah diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang di tinggalkan diberikan ketabahan serta kesabaran," tulis Giring.


Fatimah tewas dalam kecelakaan tunggal bersama AKP Novandi Arya di Kawasan Senen, Jakarta Pusat, Senin (7/2). Mobil yang dikendarai korban menabrak separator Busway dan terbakar.

Korban yang terjebak dalam mobil tidak bisa menyelamatkan diri. Keduanya ditemukan tewas terbakar.
Iklan – Artikel dilanjutkan di bawah
Polisi Masih Cek Lagi Kebenaran Identitas Wanita F

Polisi sudah sempat menyinggung wanita berinisial F yang identitasnya ditemukan di mobil Camry yang terbakar di Senen itu.

"Ya (ada kartu identitas nama F) itu kan berdasarkan bukti, identitas yang kita temukan di TKP (tempat kejadian perkara) tapi kan belum tentu itu," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, kepada wartawan, Selasa (8/2).

Menurut Sambodo, bukti itu belum bisa memastikan identitas korban. Sebab kartu identitas tersebut bisa saja milik orang lain. Maka itu dibutuhkan identifikasi lebih lanjut terhadap jenazah korban.

"Karena belum tentu misalnya ada KTP, kartu pengenal dan sebagainya adalah milik orang yang meninggal tersebut, tentu ini nanti harus berdasarkan pemeriksaan dari DVI, ahli forensik. Ahli DVI akan menentukan orang tersebut adalah si A," tambah Sambodo.

"Memang sudah ada beberapa keluarga yang datang untuk menyerahkan beberapa bukti yang mengaku sebagai keluarganya dan saat ini sedang dalam proses identifikasi pengambilan DNA dan sebagainya," pungkas Sambodo.



Kronologi

Kepolisan sebelumnya mengungkap salah satu dari dua korban tewas dalam kecelakaan mobil Camry menabrak separator lalu terbakar di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Senin (7/2). Korban ialah seorang anggota polisi, AKP Novandi Arya Kharizma.

Mobil Toyota Camry yang ditumpanginya menabrak separator Busway lalu terbakar. Polisi mengatakan dalam mobil terdapat dua korban tewas. Satu perempuan dan satu pria.

Keduanya terjebak dalam mobil sehingga tidak bisa menyelamatkan diri saat kebakaran terjadi. Korban ditemukan dalam kondisi hangus dan sulit dikenali usai dievakuasi.

Jenazah lalu dibawa ke RSCM untuk penanganan lebih lanjut.

Novandi ialah anak sulung dari Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang. Ia memiliki dua adik perempuan.

Saat ini Novandi menjabat sebagai Kasat Polairud Polres Berau. Jabatan itu ia emban sejak November 2021.

Sebelum menduduki jabatan tersebut, Novandi bertugas sebagai Paur Subbargdalprog Bagdalprogar Rorena Polda Kaltim.

Kariernya sebagai polisi mengikuti jejak sang ayah. Sebab sebelum menjabat sebagai Gubernur Kaltara, Zainal Arifin merupakan perwira tinggi Polri dengan pangkat Brigadir Jenderal.
Baca Juga
Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama

Information