Tolak Mentah-mentah Uang dari Hotman Paris hingga Tawaran Umroh, Alasan Guru Honorer yang Cuma Digaji Rp 450 Ribu Ini Bikin Haru


Masih ingatkah dengan sosok guru honorer bernama Nur Kalim yang sempat viral di tahun 2019 lalu?

Nur Kalim viral usai ia diperlakukan buruk dan kurang ajar oleh muridnya sendiri.

Bukan hanya diteriaki, guru honorer hanya mendapat gaji Rp 450 ribu per bulan ini ditoyor oleh muridnya berinisial AA.

Namun alih-alih marah mendapat perlakuan kurang ajar dari muridnya, Nur Kalim justru memaafkan AA seketika itu juga.


Nur Kalim tetap bersedia mendidik AA sebagai muridnya dan menganggap remaja itu seperti anak sendiri.

"Saya akan terus mendidik karena ini tugas saya. Termasuk anak saya," ujarnya.

Kesabaran Nur Kalim menghadapi perlakuan kurang ajar dari muridnya ini menarik perhatian banyak orang.

Belum lagi, kabar yang menyatakan bahwa sebagai guru honorer, Nur Kalim hanya mendapat gaji sebesar Rp 450 ribu setiap bulannya.

Salah satu orang yang turut mengapresiasi kesabaran Nur Kalim adalah pengacara Hotman Paris.

Bahkan Hotman Paris berniat akan mengirimkan uang dan membelikan baju Nur Kalim.

Hal ini diketahui dari unggahan Hotman Paris di akun Instagramnya @hotmanparisofficial pada Senin (11/2/2019).

Hotman Paris juga memuji kesabaran Nur Kalim sebagai seorang guru yang digaji kecil tapi tetap semangat mengajar.

Ini merupakan bentuk apresiasi Hotman Paris yang ingin menaikkan harkat dan martabat para guru.

"Guru yang sabar walaupun ditantang dan diejek oleh muridnya!" tulis Hotman.

"Gaji honornya sangat kecil! Saya mau kirim uang beli baju kepada guru ini! Agar bajunya rapi dan berwibawa di kelas!"


"3 Anakku akan patungan uang dari gaji anak untuk beli baju untuk guru ini!"

"Siapa yang punya nomor HP guru sabar ini! Kita naikkan harkat dan wibawa guru! Hotman Paris sukses karena guru" sambungnya.

Buah manis dari kesabaran Nur Kalim tak berhenti di situ saja.

Selain kiriman uang dari Hotman Paris, Nur Kalim dikabarkan mendapat bingkisan hingga tawaran umrah.

Bingkisan datang mulai dari Kepala Kepolisian Resor Gresik, Ajun Komisaris Besar Wahyu Sri Bintoro, bingkisan tanda simpatik dari tiga orang anggota partai politik, sepeda dari seorang calon anggota DPD, hingga tawaran umroh dari berbagai pihak.

Namun, banyaknya tawaran itu justru ditolak Nur Kalim.

Alasan di balik penolakan Nur Kalim tak terduga dan terbilang mengharukan.

Nur Kalim mengatakan bahwa ia sudah enggan untuk diwawancarai dan tak ingin diekspos lagi.

"Maaf ya, maaf, sudah ya, saya tak ingin terkenal. Saya hanya mau fokus mengajar," ujar Nur Kalim.

Pada tiga orang anggota parpol yang mendatangi rumahnya, Nur Kalim pun minta maaf.

Nur Kalim mengaku bahwa ia tak bermaksud untuk tidak menyambut para tamu yang datang ke rumahnya.

Namun, Nur Kalim hanya kasihan pada anak-anak yang hendak datang les ke rumahnya.

"Saya tak bermaksud mengusir atau tak menyambut tamu."

"Hanya kasihan pada anak-anak yang mau les di sini, kok ramai begini," jelas Nur Kalim.

Sejak saat itu, Nur Kalim menolak untuk ditonjolkan profilnya.

Bahkan, ketika mendapat tawaran untuk mengisi acara talkshow di salah satu stasiun TV Jakarta, dengan tegas Nur Kalim menolak tawaran tersebut.
Baca Juga
Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama

Information