Dahlan Iskan Ungkap Pernah Diperas Anggota DPR Dengan Dalih Uang THR


 Dahlan Iskan membongkar pengalaman buruknya kala diperas oleh anggota DPR ketika masih menjabat sebagai Dirut PT PLN. Diketahui, Dahlan Iskan menjabat sebagai Dirut PLN dari Desember 2009 - Oktober 2011.


Kala itu, ada anggota DPR yang meminta "THR" jutaan dollar untuk diberikan kepada Komisi VI DPR RI.

"Ketika mau lebaran, salah satu direktur saya di PLN tergopoh-gopoh menemui saya. 'Pak tadi saya dipanggil anggota DPR, menanyakan soal THR untuk anggota DPR.' Hadiah lebaran."

"Terus dijawab begini 'ya saya enggak berani menjawab Pak, saya bilang akan rundingkan sama direksi'. Dia menyebutkan angkanya berapa dolar gitu. Kalau dirupiahkan miliaran lah. Jutaan dolar. Minta atas nama komisi," ungkap Dahlan dalam kanal Youtube Akbar Faisal Uncensored, dikutip Selasa (11/1/2022).

Dahlan lalu mengumpulkan seluruh direksi PLN untuk membahas permintaan "THR" yang nilainya bisa mencapai belasan miliar rupiah tersebut.

"Kemudian saya panggil direksi, kita rapatkan. Pak A barusan dipanggil anggota DPR. Ini bagaimana? Permintaan ini kita penuhi atau tidak. Ini lebaran pertama saya jadi Dirut PLN. Saya juga enggak tahu bagaimana menyikapinya. Saya tanya ke direksi, diam semua," tutur Dahlan.

Dahlah kemudian membuat daftar konsekuensi yang mungkin terjadi jika permintaan THR DPR ditolak. Mulai dari sering dipanggil rapat, dipersulit ketika minta subsidi listrik, dan terancam diberhentikan. Untunglah, kala itu para direksi sepakat menghadapi konsekuensi tersebut dan menolak memberi THR ke DPR.

"Satu, kita akan sering dipanggil DPR, enggak bisa kerja. Bisa pagi sampai malam dan harus lengkap. Kedua, anggaran subsidi PLN akan dipersulit. Sampai sembilan. Kita akan diberhentikan, ada kemungkinan itu. Satu per satu kita evaluasi. Bulat, kita tolak," katanya.

Akibat penolakan itu, Dahlan Iskan mengaku dia jadi dimusuhi oleh anggota DPR, termasuk ketika menjabat sebagai Menteri BUMN.

"Sejak itu saya terkenal dimusuhi DPR, sampai jadi Menteri BUMN juga dimusuhi DPR," pungkasnya.
Baca Juga
Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama

Information