Terawangan Denny Darko ini Bikin Bulu Kuduk Berdiri Soal Ramalan Jayabaya yang Gempar Setelah Erupsi Gunung Semeru, Prediksi Pulau Jawa Bakal Terbelah Jadi 2?

 Terawangan Denny Darko baru-baru ini tampaknya sukses bikin bulu kuduk berdiri. Bagaimana tidak, Denny Darko urai Ramalan Jayabaya yang gempar setelah erupsi Gunung Semeru. Denny Darko prediksi Pulau Jawa bakal terbelah jadi 2?

Meletusnya Gunung Semeru yang terjadi Sabtu (4/12/2021) tampaknya bikin gempar karena dikaitkan dengan Ramalan Jayabaya.

Erupsi dan guguran awan panas Gunung Semeru terjadi di sore hari. Material vulkanik pukul 15.20 WIB mengarah ke Besuk Kobokan, Desa Sapiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang. Erupsi Gunung Semeru tahun 2021 ini banyak yang mengkaitkan dengan ramalan Jayabaya.

Melansir dari Intisari Online, Ramalan Jayabaya adalah ramalan tentang keadaan nusantara di setiap masa dan masa yang akan datang.

Dalam Ramalan Jayabaya itu dikatakan akan datang masa penuh bencana. Gunung-gunung akan meletus, bumi berguncang, laut dan sungai akan meluap, dan inilah masa penuh penderitaan, yaitu masa kesewenang-wenangan dan ketidakpedulian.

Erupsi Gunung Semeru yang baru saja terjadi membuat warga berkeyakinan Jangka Jayabaya sudah terjadi sebagian, dan kini ada ramalan yaitu Pulau Jawa suatu saat akan terbelah.

Selain itu, Jayabaya juga mengkaitkan aktivitas vulkanik gunung slamet yang berada di lima kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Brebes, Banyumas, Purbalingga, Pemalang dan Tegal.

Bahkan, mitos tersebut saat ini diyakini jika warga sekitar lereng Gunung Slamet. Hal ini karena Gunung Slamet itu berada nyaris di tengah-tengah antara pantai utara dan selatan Jawa.

Menanggapi gemparnya ramalan Jayabaya usai erupsi Gunung Semeru, Denny Darko akhirnya angkat bicara hingga beberkan prediksinya.

Bahkan, ramalan sang ahli tarot itu sukses bikin bulu kuduk berdiri saat urai Ramalan Jayabaya mengenai Pulau Jawa bakal terbelah jadi 2.

Pada awalnya, Denny Darko mencoba mengulas hubungan erupsi Gunung Semeru dengan Ramalan Jayabaya. “Setiap kali gunung meletus selalu dikaitkan dengan ramalan Prabu Jayabaya atau Joyo Boyo.

Berbicara tentang ramalan saya di tahun lalu juga sempat menyatakan bahwa di tahun ini akan ada letusan besar dari gunung yang besar,” ungkap Denny Darko seperti dikutip Grid.ID melalui kanal Youtibe Denny Darko, Selasa (7/12/2021).

Sang ahli tarot mengungkapkan jika bisa jadi Pulau Jawa bukan terbelah menjadi dua namun akan terbelah untuk kedua kalinya.

“Kita lihat dari kartu Three of Pentacles, kita ketahui orang Jawa, senang menggabung-gabungkan beberapa fakta menuju fakta yang baru, atau bahasa kalian disebut cocoklogi,” ungkap Deddy Darko.

“Ini adalah suatu hal mau tidak mau pasti terkait kesitu, bahkan simbolisasi perlambangan, ini menunjukan bahwa apapun yang akan terjadi dengan gunung-gunung di pulau Jawa selalu akan diidentikan dengan patahnya pulau Jawa menjadi dua bagian,” sambungnya.

Denny Darko juga menjelaskan tentang patahnya pulau jawa menjadi dua bagian untuk kedua kalinya. Ya, Pulau Jawa terbelah untuk pertama kalinya saat Gunung Krakatau meletus.

“Karena seperti kita ketahui dahulu, Jawa dan Sumatera dahulu ini menyatu. Tapi kalau Jawa dan Bali itu memang terpisah,” terang Denny Darko.

Maka dari itu saat Gunung Krakatau meletus dipercaya menjadi sebab utama mengapa ada selat diantara pulau Jawa dan Sumatera, kemudian Gunung Krakatau di tengahnya.

Bahkan, Denny Darko mengungkapkan jika menjadi hal yang lumrah apabila gunung meletus akan dikaitkan dengan Ramalan Jayabaya.

Bahkan, Ramalan Jayabaya itu tergolong multitafsir.

“Tidak banyak yang tahu juga kalau ternyata ramalan ini tidak seperti saya yang menyebutkan secara gamblang dan menunjukan gambar, tapi alih-alih gambar yang dibacakan ini adalah sebuah puisi,” papar Denny Darko.

“Multitafsir dan bisa berbeda, sebelum seseorang yang meramalkan ini akan menjelaskan apa arti ramalannya. Sayangnya Prabu Jayabaya saat ini sudah tidak ada di sekitar kita,” kata Denny Darko.

Selain itu menurutnya, Ramalan Jayabaya soal Pulau Jawa terbelah jadi dua itu ternyata tidak ditulis sendiri.

“Tetapi beliau ini berujar, atau bersenandung, dan mengucapkan hal itu tadi, kemudian ditulis oleh orang-orang yang menjadi pengikutnya,” papar Denny Darko.

Sehingga, sang ahli tarot, mungkin saat itu ada konfirmasi tertentu yang akan menyatakan ramalan yang mana dan artinya apa.

 

Baca Juga
Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama