Pengusaha Solo Ini Bangkrut Setelah Sedekah Mobil ke Yusuf Mansur



Pengusaha nasional Puspo Wardoyo membantu banyak orang yang mengaku menjadi korban investasi serta konsep keajaiban sedekah ala Ustaz Yusuf Mansur.Salah satu yang dibantu adalah Fathur, seorang pengusaha konfeksi asal Kota Solo yang terpuruk setelah bersedekah mobil Toyota Innova kepada Ustaz Yusuf Mansur pada 2015.
Puspo menggandeng Fathur dalam pembuatan seragam untuk karyawan di ratusan bisnisnya yang tersebar di Indonesia dan luar negeri.
“Saya tahu Ustaz Yusuf Mansur pada 2011. Saya datang ke pengajiannya Ustaz, terus ikut sedekah mobil Innova. Harapannya agar usaha saya tambah maju,” tutur Fathur saat diwawancarai Eko Suryono di kanal Youtube Thayyibah Channel (jaringan Thayyibah.com), Kamis (23/12/2021). Pemimpin Redaksi Thayyibah.com Sudarso Arief Bakuama mempersilakan Solopos.com mengutip hasil wawancara tersebut.
Fathur bercerita, mobil yang disedekahkan pada tahun 2015 itu baru beberapa bulan ia beli dengan cara kredit. Setiap bulan ia harus membayar Rp7 juta ke diler.
“Saya tanya ke Ustaz bisa tidak sedekah mobil tapi mobilnya kreditan. Beliau jawab ‘gakpapa teruskan saja’,” ujarnya menirukan jawaban Ustaz Yusuf Mansur kala itu.
Setelah mobil dibawa tim Yusuf Mansur, ia masih melanjutkan kredit mobil itu hingga lunas tiga tahun berikutnya. Selain mobil Innova, saat itu ia mempunyai tiga mobil lainnya yang juga dibeli dengan cara kredit.
“Cicilan saya banyak sekali. Mobil Pajero Rp16 juta per bulan, Innova itu Rp7 juta, juga mobil-mobil lainnya,” katanya.
Sesudah bersedekah pada tahun 2015 itu usahanya ternyata tidak bertambah maju malah terpuruk. Pada 2016 ia bahkan sudah tidak lagi mempunyai mobil karena sudah tidak kuat membayar cicilan lantaran usahanya bangkrut. Fathur mengaku sempat mengirim Whatsapp kepada Ustaz Yusuf Mansur untuk meminjam uang namun tidak diberi.
“Pada tahun 2016 usaha saya mulai turun terus. Setiap ada order selalu batal, pengadaan kaus dari Kemensos juga dibatalkan. Saya sempat minta tolong ke Ustaz tapi tidak ada respons,” katanya.

Setelah berkenalan dengan wartawan Sudarso Arief Bakuama dan kesaksiannya diunggah di media sosial, bantuan untuk dirinya mulai berdatangan. Termasuk dari pemilik Wong Solo Group, Puspo Wardoyo.
“Saya interopeksi diri. Selama ini saya memakan uang riba. Saya sadar saya salah. Akhirnya semua aset saya jual untuk melunasi utang saya. Sekarang sudah nol. Saya berangkat dari awal tapi enteng karena tidak pakai uang riba. Sekarang sudah mulai bangkit lagi, ini juga bikin kaus Makanku (merek milik Puspo Wardoyo). Alhamdulillah Pak Puspo pesan banyak sekali, ribuan,” katanya.

Sebelumnya, Puspo Wardoyo mengaku sudah sejak sebelum tahun 2015 mengingatkan Yusuf Mansur agar berbagai program investasi yang digalangnya, termasuk pembangunan hotel dan apartemen, dihentikan karena berbahaya lantaran tidak ada transparansi. Semua kritikan yang ia sampaikan itu sebagai bentuk kasih sayang sesama muslim.
Ia juga mengritik konsep keajaiban sedekah yang digaungkan Yusuf Mansur karena dinilainya membodohi umat.
Puspo menyatakan tidak tega dengan orang-orang miskin yang turut berinvestasi lantaran percaya dengan Yusuf Mansur. Kebanyakan dari mereka berharap uang yang diinvestasikan mendapatkan hasil.
“Saya bantu korban-korban dia loh. Kasihan kan, ada yang Rp12 juta, Rp10 juta. Gak tega saya, demi membela orang-orang yang tak terbayar. Saya jadi bantu mereka semua lho gara-gara antum, uangnya kita kembalikan, gara-gara antum, berapa orang,” katanya.

Baca Juga
Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama