Dalam Keterbatasan Fisik, Rusidah Membuktikan Bisa Menjadi Fotografer Hebat



Walau memotret dalam keterbatasan namun hasilnya enggak bisa dipandang sebelah mata. Ya, Rusidah adalah seorang penyandang cacat, yang enggak memiliki kedua lengan.

Warga Purworejo, Jawa Tengah ini kehilangan kedua lengannya sejak lahir. Meski serba terbatas, Rusidah enggak mau dikasihani, apalagi diperlakukan istimewa. Perempuan kelahiran 1968 tersebut sangat gigih dalam menangkap momen.

Ia biasanya beraksi dalam setiap event olah raga ‘National Paralympic Committee’ yang berpusat di Kota Solo, Jawa Tengah. Rusidah selalu tampil untuk memotret rekan-rekan difabel yang bertanding.

Selain itu, Rusidah juga banyak mengabadikan acara-acara budaya di Jawa Tengah dan menjadi fotografer acara pernikahan, acara pemerintahan dan swasta.

llmu fotografi Rusidah pelajari di Pusat Pelatihan Penyandang Cacat di Kota Solo.

Awal belajar, ternyata enggak mudah buat Rusidah. Apalagi saat itu masih jamannya kamera analog yang menggunakan negatif film. Kondisi fisik Rusidah yang enggak memiliki jari sempat jadi kendala. Namun Rusidah tetap berusaha dan beradaptasi dengan keadaan.

Kini Rusidah bersyukur, hadirnya kamera digital dan teknologi internet sangat membantu dirinya dalam bekerja.

Menurut Rusidah, berburu foto di tengah keramaian sangat membantu meningkatkan mentalnya untuk menjadi juru foto. Siapa sangka, dari profesinya ini, Rusidah mampu membangun rumah dan menyekolahkan putra tunggalnya.

Selain bekerja, Rusidah juga aktif dalam komunitas fotografi dan difabel di Purworejo.

Dari Rusidah kita belajar, asal mau berusaha dan pantang menyerah, segala keterbatasan bukanlah penghalang.
Baca Juga
Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama