Buang Jasad Dua Sejoli Yang Ditabraknya, Ini Fakta Baru Sang Kolonel


 Fakta baru terungkap dari kasus kecelakaan dan pembuangan jasad sejoli remaja di Sungai Serayu, Banyumas, yang dilakukan oleh tiga anggota TNI AD.


Seperti diketahui, tiga oknum anggota TNI AD itu adalah Kolonel Infanteri Priyanto, Kopral Dua (Kopda) Andreas Dwi Atmoko, dan Kopda Ahmad Sholeh.

Ternyata, Kolonel Inf Priyanto diduga sebagai dalang perbuatan itu. Dialah yang diduga sebagai otak dari pembuangan jasad sepasang remaja bernama Handi Saputra (16 tahun) dan Salsabila (14 tahun), yang tertabrak oleh mobil Isuzu Panther warna hitam yang ia dan dua rekannya tumpangi dari Jakarta, saat melintas di dekat pom bensin Pandai, wilayah Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Rabu sore, 8 Desember 2021 lalu.

Mirisnya, mereka membuang jasad kedua korban dari atas jembatan layaknya membuang sampah.

"Dibuang ke sungai Serayu dari atas jembatan," kata Kopda Dwi Atmoko dalam pengakuannya.

Lanjut Kopda Dwi Atmoko, dalam proses membuang jasad sepasang remaja itu, dirinya dan Kolonel Priyanto menunggu dari luar mobil, sedangkan Kopda Ahmad Sholeh menyorongkan mayat dari dalam mobil.

- Suruh Bawahan Tutup Mulut

Usai membuang jasad sejoli itu, Kolonel Priyanto, kata Kopda Dwi, meminta mereka untuk tutup mulut.

- Dilimpahkan ke Puspomad

Adapun Kolonel Inf Priyanto ditangkap pada 23 Desember 2021 di tempatnya berdinas sebagai Kepala Seksi Intel di Korem 133/Nani Wartabone di Gorontalo. Dia kemudian ditahan di Pomdam XIII/Merdeka, Manado.

- Jabatan Kolonel Priyanto
Kolonel Priyanto sendiri bukan orang sembarangan di instansi TNI AD. Dia punya jabatan yang cukup mentereng.

Terakhir sebelum kasus ini, dia menjabat sebagai Kepala Seksi Intel Komando Resor Militer (Korem) 133/Nani Wartabone, Gorontalo, di bawah Kodam XIII/Merdeka, Manado.

- Dapat Tugas ke Jakarta

Pada 3 Desember 2021, lima hari sebelum kasus kecelakaan itu, Kolonel Inf Priyanto berada di Jakarta, mendapat perintah dari atasannya, yakni Komandan Korem 133/Nani Wartabone, untuk mengikuti kegiatan evaluasi bidang intel dan pengamanan di tubuh TNI AD, yang berlangsung pada 6-7 Desember 2021.
Baca Juga
Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama