Pemuda Bantul Jual Pintu hingga Genting Rumah Ibunya Demi Menghidupi Pacar: Buat Makan Cewek Saya


Pemuda asal Kapanewon Pundong, Bantul, Yogyakarta berinisial DRS (24) harus berurusan dengan hukum karena perbuatannya menjual perabotan milik sang ibu.

DRS dilaporkan ke polisi oleh ibunya sendiri lantaran perbuatannya sudah kelewat batas dan membuat sang ibu begitu kesal.

Bagaimana tidak, DRS tega menjual satu per satu perabotan rumah ibunya demi menghidupi wanita yang dipacarinya.

Bahkan genting dan daun pintu rumah ibunya lenyap ikut dijual DRS.

Ketika berada di Polisi setelah diamankan petugas, DRS yang kini menyandang status tersangka mengakui bahwa ia melakukan perbuatan itu karena pendapatannya sebagai driver ojek online minim.

Terlebih dia harus memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menuruti keinginan pacarnya yang baru dikenal 1 bulan.

Sejak 14 Oktober kemarin, ia mulai menjual perabotan rumah milik orang tuanya.

Aksinya tidak diketahui oleh ibunya, karena sang ibu bekerja sebagai asisten rumah tangga di daerah Kasihan.

Sedangkan ayahnya sudah meninggal belum lama ini.

Aksinya terhenti setelah tetangga sekitarnya memergoki tersangka sedang menurunkan genting rumah dan akan dijual.

“Kalau itu (uang hasil jual perabotan rumah) saya buat makan sehari-hari, sama buat cewek saya.”

“Saya cewek ada satu, rumahnya di Ngawi, Jawa Timur,” ujarnya.

DRS mengaku mengenal pacarnya baru satu bulan, saat dia mendapat orderan di sekitar Terminal Giwangan.

Sejak saat itu keduanya pun menjalin hubungan asmara.

Selama itu pula, DRS kerap memenuhi kebutuhan pacarnya.

Pasalnya DRS mengaku sudah sangat cinta kepada pacarnya.

“Sistemnya memberi ya langsung kasih, kadang berupa makanan, kadang tas dan kadang baju. Saya lakukan ya karena cinta,” ujarnya.

Bahkan masih dalam posisi keadaan terborgol dan memakai baju tahanan ia menyampaikan pesan kepada pacarnya tersebut.

“Jaga kesehatan dan jangan lupa makan,” ucapnya.

Selain itu, diapun juga menyatakan rasa penyesalannya karena telah berbuat jahat kepada ibunya.

“Saya menyesal. Setelah merenung di sel saya menyesal lahir batin, Sudah minta maaf ke ibu saya. Yang jelas karena sudah begini ya berani berbuat harus berani bertanggung jawab,” tutupnya.

Awal Mula Kasus

Pada hari Minggu (7/11/2021) DRS berniat menjual genting rumahnya .

Genting rumahnya sudah diangkut ke dalam truk untuk dijual, beruntung warga sekitar sempat menghentikan dan melaporkan perbuatan DRS ke ibunya.

Melihat isi rumahnya sudah dalam kondisi kosong, termasuk genting rumah sudah diturunkan, Paliyem sontak marah dan melaporkan anaknya ke Polsek Pundong.

“Orang tuanya juga sudah bilang bahwa dirinya, Pak RT, tetangga, sudah sering menasehati, tapi tetap tidak bisa. Ibunya pun minta dilanjutkan (proses hukum),” kata Kanit Reskrim Polsek Pundong Ipda Heru Pracoyo.

Heru menyatakan bahwa pada hari minggu itu pihaknya sempat memberikan waktu untuk mediasi.

Namun karena kesabaran sang Ibu sudah habis, DRS tetap dilaporkan ke Polsek Pundong.

“Saat itu kita kasih waktu untuk mediasi, namun paginya tetap melaporkan. Dan kita dari polsek tetap melayani laporan tersebut,” tambahnya.

Dari pengakuan tersangka, perabotan rumah tangga telah dijual dengan harga yang jauh dari pasaran.

Misalnya lemari dan empat kursi panjang dijual seharga Rp 500 ribu.

Sementara dua daun pintu, meja kursi dijual seharga Rp 700 ribu.

“Harganya tidak sesuai, yang penting dia dapat uang. Uangnya itu digunakan untuk foya-foya bersama teman perempuannya,” bebernya.

“Padahal kalau satu pintu saja, kalau normal dijual bisa Rp 2,5 juta. Sementara total kerugian kalau dihitung kurang lebih Rp 24 juta,” imbuhnya.

Atas perbuatannya, DRS saat ini meringkuk di sel tahanan Polsek setempat.

Baca Juga
Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama