Heboh Chef Renatta Santap Bipang, Ustaz Abdul Somad: Muslim Boleh Makan Daging Babi, Asal.. - BERITA UPDATE TERKINI

Breaking

BERITA UPDATE TERKINI

Menyajikan Informasi Viral Dan Terkini dari segala penjuru dunia

Kamis, 11 November 2021

Heboh Chef Renatta Santap Bipang, Ustaz Abdul Somad: Muslim Boleh Makan Daging Babi, Asal..

 Publik tengah dibuat heboh melihat aksi Chef Renatta Moeloek yang tengah menyantap babi panggang alias Bipang. Pasalnya, disejumlah sumber menyebut kalau juri MasterChef Indonesia itu adalah seorang Muslim dan menganut agama Islam.

Walhasil, tak sedikit warganet di sosial media yang mempertanyakan keyakinan mantan kekasih Dikta itu. Aksi Chef Renatta makan babi panggang terekam kamera dan diunggah dalam akun TikTok @ahe.andri.

Dalam video tersebut, Chef Renatta yang tengah berkunjung ke salah satu wilayah Kalimantan Barat bersama Chef Juna, nampak dihidangkan babi panggang khas Ambawang. Terlihat, Chef Renatta yang begitu lahap mencicipi babi panggang di tangannya.

Di samping itu, pendakwah kondang Ustaz Abdul Somad (UAS) pernah membahas soal muslim yang diperbolehkan makan daging babi dengan suatu syarat tertentu. Pernyataan UAS tersebut juga sempat menggemparkan publik.

Seperti yang diketahui, daging babi merupakan salah satu makanan yang diharamkan untuk disantap dalam ajaran Islam. UAS menyebut ada momen atau kondisi tertentu yang membuat daging babi menjadi halal saat disantap.

“Babi itu haram, tapi makan babi tidak selamanya haram,” ujar UAS saat menghadiri diskusi virtual bersama IDI, dikutip dari berbagai sumber, Kamis (11/11/2021).

Kondisi yang dimaksud UAS adalah ketika seorang umat Muslim tengah berada di dalam hutan dan tak bisa menemukan sumber makanan halal di sekitarnya.

“Daging babi boleh dimakan, ketika umat muslim tersesat di dalam hutan, dan tak bisa mendapatkan sumber makanan lain. Sebab, pilihannya hanya babi atau mati,” terang sang pendakwah.

Jadi, perlu dipahami, makan daging babi hanya diperbolehkan saat momem darurat saja. Sebab, ketimbang harus kehilangan nyawa lantaran tak ada makanan lain, menyantap daging tersebut diyakini menjadi opsi terakhir yang bisa dipilih.

“Maka saat itu enggak boleh (umat Islam) pilih mati. Jadi, boleh makan babi karena (situasinya) darurat,” pungkasnya.

Baca Juga