Kontroversi Kartunis Penghina Nabi, Hidup Dibawah Ancaman Seumur Hidup


Lars Vilks, kartunis kontroversial asal Swedia yang membuat heboh jagat dengan menggambar kartun Nabi Muhammad SAW, dilaporkan tewas dalam sebuah kecelakaan pada Minggu, 3 Oktober 2021.

Dilansir BBC, mobil polisi yang ditumpangi Vilks bertabrakan dengan truk di dekat kota Markaryd di wilayah selatan Swedia. Dua petugas polisi yang mengawalnya juga tewas, sementara sopir truk mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.

Seperti diketahui, Vilks yang berusia 75 tahun, hidup bertahun-tahun di bawah perlindungan polisi setelah menjadi sasaran ancaman pembunuhan atas karya kartunnya tersebut.


Lars Vilk diketahui menjadi salah satu target serangan teroris pada Februari 2015. Dua serangan teroris terjadi di Kopenhagen. Pertama kali terjadi dalam sebuah acara seminar kebebasan berekspresi di rumah budaya Krudttønden di Sterbro. Dan serangan kedua terjadi di dekat Sinagoge Besar di kota tersebut di Krystalgade.

Seorang pria muda dan sebelumnya dihukum atas kasus radikalisme, Omar El-Hussein, memasuki House of Culture Krudttønden dan melepaskan beberapa tembakan. Satu warga sipil dilaporkan tewas dan tiga polisi luka-luka.

Sebelumnya, Lars Vilks diundang ke pertemuan debat tentang kebebasan berekspresi dan penistaan ??agama, yang berlangsung di House of Culture Krudttønden pada, 14 Februari 2015. Latar belakangnya adalah pada tahun 2007 ia menerbitkan kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad sebagai seekor anjing.

Beberapa tahun sebelumnya, demonstrasi lukisan Nabi Muhammad SAW pecah di seluruh penjuru negeri Islam merespon lukisan Nabi yang diterbitkan oleh harian terbesar di Denmark Jyllands-Posten.

Kartun yang dibuat Vilks menimbulkan sejumlah ancaman pembunuhan terhadapnya. Antara lain, al-Qaeda telah menjanjikan hadiah $100.000 kepada orang yang membunuhnya.

Tetapi seperti yang disebutkan Vilks, selama kunjungannya ke Kopenhagen pada tahun 2017, Ia selalu berada di bawah ancaman dan kekerasan.

"Saya tidak ingin pensiun sebagai dosen dan menghadiri konferensi hanya karena saya memiliki ancaman teroris di atas kepala saya. Penting untuk mempertahankan hal-hal yang diyakini seseorang," ujar Vilks

Pria bernama lengkap Roger Endel Lars Vilks merupakan seorang seniman/kartunis Swedia. Vilks mendapat gelar Ph.D. dalam fakultas seni di Universitas Lund pada tahun 1987 dan bekerja di Oslo National Academy of the Arts 1988-1993.

Pada tahun 1997 - 2003 dia menjadi ahli dalam teori seni di Bergen National Academy of the Arts. Sebagai ahli teori seni, Vilks adalah pendukung teori institusi seni. Belakangan, karya seninya dikritik banyak orang sebagai provokasi serius, dan menyebabkan berbagai macam ancaman terhadap hidupnya.

Pada tahun 2018, seorang Irlandia Aljazair berusia 53 tahun dijatuhi hukuman 15 tahun penjara oleh pengadilan AS karena mencoba merekrut banyak orang yang dikenal sebagai "Jihad Jane" untuk
membunuh Vilks.

Warga negara AS Colleen LaRose yang direkrut sebagai "Jihad Jane" menyesali rencana pembunuhan terhadap Lars Vilks. Rencana pembunuhan itu gagal dilakukan Colleen LaRose setelah menyesal dan menghubungi polisi. Dia menghubungi Biro Investigasi Federal AS, FBI, dan menceritakan tentang rencananya.

**

Pada tahun 2019, sebuah patung kayu karya Vilks berjudul "Waaall" terbakar habis. Karya tersebut merupakan bagian dari pameran seni permanen yang disebut "Konst på Hög". Ini terdiri dari serangkaian patung yang terletak di lanskap berbukit di Kumla, tepat di Rebro--Swedia tengah.

Pada 2016, karya seninya "Nimis" terbakar sebagian. Terletak di tepi pantai di cagar alam Kullaberg di Scania.

Karya ini memiliki panjang sekitar 150 meter dan tinggi hingga 15 meter. Konstruksinya terbuat dari beberapa ton kayu apung, yang dikumpulkan Vilks sejak tahun 1980.

Pihak berwenang Swedia telah mencoba untuk menmbongkar patung besar itu karena didirikan tanpa izin bangunan.Tapi itu masih berdiri.
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama