Hutang Tak Kunjung Dibayar, Wanita Bakar Sesajen di Depan Rumah Si Peminjam Uang

 Sebuah video viral di media sosial terkait seorang wanita di Vietnam yang sengaja membakar sesajen di depan rumah orang yang meminjam uangnya.

Video yang diambil pada Oktober 2021 ini menampakkan sang Wanita yang menggunakan gaun putih dating ke sebuah rumah bersama teman-temannya untuk menagih utang.

Ia datang dan membawa dupa emas, bunga, sesaji. Setelah itu, ia membentangkan tikar dan duduk di depan rumah. Ia kemudian duduk bersila dan terlihat membaca doa.

Tak lama kemudian, wanita tersebut tampak didatangi petugas keamanan untuk membubarkan aksi wanita itu, namun ia duduk dan berdoa sembari menagih hutang.

“Saudaraku, aku sangat tidak bahagia, saya akan kembali menagih hutang, dia tidak akan meninggalkan saya sendirian, saudara,” teriak wanita tersebut.

Ketika petugas polisi mencoba membubarkannya, wanita itu terus menolak dan berteriak. Ia bersihkukuh tidak melakukan tindakan apapun selain menagih hutang.

Menurut keterangan petugas, wanita bernama H itu datang untuk menagih hutang kepada pemilik rumah, yang berinisial NTH.

H kesal karena hutangnya tak kunjung dibayar meski sudah berulang kali ditagih. Hingga pada akhirnya ia datang ke rumah NTH, di Kota Nghi Son, dengan cara yang unik.

“Karena hutangnya tak kunjung dibayar, dia pergi ke rumah pengutang tersebut untuk beribadah dan menagih hutang. Informasi yang tepat masih menunggu verifikasi polisi,” kata penduduk sekitar kepada media lokal.

Ketika H berteriak-teriak, seorang laki-laki dari rumah itu, yang dikatakan sebagai debitur, bergegas keluar dan membalikkan persembahan.

Video aksi unik wanita tersebut langsung mengundang komentar warganet. Banyak yang mendukung, namun ada juga yang menyayangkan aksi wanita tersebut.

“Bahkan jika kamu memiliki hutang, kamu tidak boleh menagihnya dengan cara ini. Anda juga membawa persembahan ke pintu depan, menyebabkan kekacauan di jalan,” tulis seorang warganet.

“Mengetahui bahwa kredit macet sangat membuat frustrasi, namun ada banyak cara lain, tidak boleh seperti itu,” timpal warganet lainnya.

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama