Kisah Perjuangan Kakek Tua Jualan Koran demi Hidupi Istri, Hanya dengan Satu Kaki

 

Setiap orang pasti menginginkan masa tua hidup bahagia tanpa harus bersusah payah terus bekerja. Namun takdir tidak berpihak pada seorang kakek bernama Balki.

Di usianya yang senja, ia harus tetap berjuang demi mencari nafkah untuk istri. Begitu menyedihkan, kakek harus tetap mencari rezeki meski dengan keterbatasan yang dimiliki.

Sehari-harinya kakek Balki harus bekerja dengan menggunakan satu kakinya dan bantuan tongkat. Simak ulasan kisah perjuangannya berikut.

Jual Koran hanya Dengan Satu Kaki
Kakek Balki harus tetap berjuang mencari nafkah meski di usianya yang senja. Dengan segala keterbatasan yang dimiliki, ia seolah tak pernah menyerah dan merasa lelah.

Sehari-harinya kakek paruh baya yang hanya hidup dengan satu kaki tersebut berjualan koran demi memenuhi tanggung jawab sebagai seorang suami. Ia berjualan koran dengan bantuan tongkat yang selalu setia menemani tiap langkahnya.

Seperti dijelaskan dalam unggahan akun Instagram @rumahyatim, kakek Balki menjual koran kepada orang yang kerap memberhentikan kendaraan di lampu merah.

“Kakek punya istri di rumah yang harus dinafkahi. Kakek ingin terus sehat supaya bisa terus bekerja dan mencari nafkah yang halal,” ucapnya kakek Balki.

Cuma Dapat Untung Seribu Tiap Koran yang Terjual
Pekerjaan yang dilakukan oleh kakek Balki menghasilkan keuntungan yang jauh dari kata cukup. Satu koran yang dijualnya, ia hanya mengantongi untung Rp1 ribu saja.

Sedangkan pada setiap harinya, tak semua koran yang dijualnya laku. Terkadang kakek hanya berhasil menjual sebanyak 20 koran.

Itu kalau sedang ramai, belum lagi jika kakek sedang sepi pembeli. Mirisnya, apabila sepi pembeli, koran kakek Balki hanya terjual 5 buah saja.

“Kadang 20 koran yang terjual, untungnya cuma seribu dari tiap koran buat kakek. Kalau lagi sepi, paling koran yang laku hanya 5,” kata yang terucap lirih dari bibir kakek Balki.

Pernah Jadi Buruh Tani
Sebelum kehilangan pekerjaannya, kakek Balki ini sempat menjadi seorang buruh tani. Namun peristiwa nahas tengah menimpa kakek Balki.

Ia mengalami kecelakaan yang terjadi pada puluhan tahun lalu. Kecelakaan tersebut harus membuat kakinya diamputasi dan sontak kehilangan pekerjaan sebagai buruh tani.

“Awalnya kakek seorang buruh tani, tapi sejak kecelakan puluhan tahun lalu yang menyebabkan kakinya diamputasi, kakek tak bisa lagi jadi buruh tani,” tulis keterangan akun Instagram.

Sumber : suara.com

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama