PPKM Diperpanjang 23 Agustus, Sopir Angkot Dan Driver Ojol Menjerit


Keputusan pemerintah kembali memperpanjang
Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Jawa-Bali, mendapat reaksi dingin dari sebagian warga. Sebab, kondisi ini membatasi aktivitas dan berdampak pada perekonomian masyarakat kecil, seperti sopir angkot dan driver ojek online.

"Tambah susah jadinya sih. Kadang dapat duit, kadang engga, ya ngga nentu juga. Dalam perjalanan aja sepi banget, sewa ga ada begitu,” kata Azriel Putra Koto (46), seorang sopir angkot, Senin (16/8/2021). 

Menurut warga asal Padang ini, perpanjangan PPKM seharusnya dibarengi dengan pemberian bantuan sosial secara keberlanjutan. Jadi masyarakat dapat menaati aturan PPKM tersebut tanpa kebingungan memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Berikan bantuan sopirlah, ini ga ada bantuan untuk sopir," ucapnya.

Sejak pemberlakuan PPKM, dia menyebut penghasilannya menurun sebesar 50% dan penumpang yang naik angkot pun kian hari semakin berkurang. "Saya keluar dari jam 5 pulang jam 2 atau 3 sore, ngga nentu juga dapet penumpang, kadang 3-4 orang, jarang banget,” katanya.

Hampir senada, kesulitan serupa juga dirasakan,Wawan (32), driver ojek online. Dia mengaku kesulitan mengantarkan barang, ditambah orderan semakin sepi. Kondisi ini membuat dia harus bekerja selama 10 jam setiap harinya. 

"Saya bekerja dari jam 8 pagi sampai 5 sore, kalau PPKM diperpanjang jalan ditutup kadang susah juga sih kadang kalo nganter barang. Muter baliknya jadi jauh banget, terus toko-toko tutup jadi orderan jarang,"paparnya.

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama