Trending di Tengah Upaya Tangani Pandemi Covid-19, Netizen: Tagar KitaPercayaJokowi


 Trending di tengah upaya tangani pandemi Covid-19, netizen: tagar kitapercayajokowi. Saat ini, pemerintah tengah berjibaku menangani lonjakan virus corona dengan berbagai upaya. Sayangnya, di tengah usaha menekan penularan kasus Covid-19 di Tanah Air masih ada saja pihak-pihak yang memanfaatkan situasi tersebut dengan menggoreng berbagai isu. Misalnya, meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun dari kursi RI satu.

Direktur Eksekutif Political and Policy Public Studies (P3S) Jerry Massie menilai, desakan sengaja dimainkan kelompok tertentu, yang kemudian berharap terjadi krisis kepercayan terhadap Presiden Jokowi.

“Sebetulnya Jokowi memilih orang yang tepat, berpengalaman, bijaksana dan juga cakap dalam mengatasi krisis. Hanya saja, saya nilai selama ini titik lemah dikoordinasi dan komunikasi, keterbukaan,” terang Jerry dalam keterangannya, Kamis 22 Juli 2021 kemarin, seperti dilansir dari kontan.co.id, Jumat 23 Juli 2021.


Lantaran kelemahan koordinasi dan keterbukaan itulah, sebut Jerry, seakan kepimpinan Presiden Jokowi diragukan dalam mengatasi masalah pandemi Covid-19 di Tanah Air.

Apalagi publik atau netizen masih percaya. Ini terlihat dari dukungan publik di dunia maya dengan tagar (#) Kita Percaya Jokowi, yang menjadi trending nomor tiga nasional pada Kamis 22 Juli 2021.

Hasil survei Indometer juga menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap Jokowi masih tetap tinggi di tengah pandemik Covid-19, yaitu mencapai 70,1 persen. Tingkat kepuasan yang sangat tinggi menunjukkan Jokowi tetap dipercaya publik.

Jerry mengingatkan, agar kepercayaan terjaga, orang kepercayaan Jokowi harus jaga bicara. Tidak memunculkan narasi macam-macam, seperti menyebut narasi ‘Darurat Militer’.

“Saya sarankan jubir presiden yang bicara atau jubir Covid-19 untuk penanganan corona biar tak salah kaprah,” imbaunya.

Ia mendorong, pemerintah fokus tangani pandemi dan perluas vaksin serta menggunakan kebijakan pembatasan sosial dengan tepat.

Sementara itu, pengamat politik Herryansyah menilai pemerintah sudah mati-matian dalam menangani pandemi Covid-19 di Indonesia.

Oleh karena itu, perlu saling gotong royong dengan instansi lain.kit

“Saya jujur merasa sedih melihat Pak Jokowi dan pemerintah seperti ‘ngos-ngosan’ berjalan sendirian berusaha keras menelurkan berbagai kebijakan memerangi Covid-19,” beber Herryansyah.

Ia pun menilai, ada oknum-oknum di lingkaran Presiden Jokowi yang tidak peka terhadap krisis dan terus memelihara manajemen konflik dan mengulur waktu untuk menciptakan tembok jarak presiden dibanding menyatukan kepercayaan publik, di tengah berpacunya waktu hadapi keganasan pandemi, sehingga terjadi krisis kepercayaan terhadap pemerintah.

Herryansyah berharap, para oknum ini bisa duduk bersama demi menyelesaikan persoalan kemanusiaan. Apalagi cuma rekonsiliasi konflik pasca Pilpres 2019 di tengah pandemi yang merenggut kesempatan hidup dan usaha jutaan orang. Sinergi pemerintah akan menjaga kepercayaan.

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indometer (LSI) Leonard SB mengatakan, publik menilai pilihan-pilihan kebijakan pemerintahan Jokowi dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan dampak ekonomi yang ditimbulkannya masih layak untuk didukung.

Keputusan Jokowi untuk tidak melakukan lockdown memberi kesempatan bagi pelaku ekonomi untuk tetap berusaha, meskipun ada sejumlah pembatasan yang diberlakukan

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama