Pengakuan Wanita Pengusaha Disantet Teman: Perut Buncit, Keponakan Juga Diincar

 Perbuatan syirik dengan memohon bantuan kepada makhluk selain Allah merupakan dosa besar. Ini biasanya dilakukan oleh mereka yang punya rasa dengki, dendam dan cemburu kepada orang lain.

Di negara serumpun melayu seperti Indonesia dan Malaysia, kepercayaan akan adanya kegiatan mistik masih sangat diyakini banyak masyarakat. Perbuatan itu biasanya dilakukan seseorang untuk mencederai atau membuat kehidupan orang yang dibencinya menjadi terganggu

Seperti pengakuan seorang wanita dari Malaysia yang menanggung derita karena perutnya membusung. Dia mengaku kondisinya tersebut diakibat santet dari seseorang.

Wanita pengusaha bernama Juliza Julizz disantet teman sampai dia pernah putus asa dalam menjalani bisnisnya. Tidak sampai di situ. Karyawan, adik dan keponakannya juga turut menjadi korban akibat dendam dan perasaan iri hati temannya.

Perut Membusung Seperti Wanita Sedang Hamil
Pemilik butik dan restoran ini mengatakan kondisi kesehatannya mulai berubah sekitar 2019 lalu. Waktu itu perutnya tiba-tiba membusung seperti wanita sedang hamil.

Awalnya dia mengira ada tumor atau masalah yang berhubungan dengan pencernaan atau sistem produksi. Tetapi pengobatan medis di rumah sakit tidak membuahkan hasil.

Juliza menjadi bingung memikirkan gangguan kesehatan yang dialaminya. Sebab dokter sendiri tidak dapat mendeteksi penyakitnya.

Keadaannya malah semakin buruk setiap harinya hingga membuat Juliza tak tahan menanggung penderitaannya. ” Akibat sakit yang aneh itu, saya terpaksa menghentikan bisnis saya karena tak kuat bekerja,” katanya.

Berobat Secara Islami

Atas nasihat anggota keluarga dan sahabatnya, Juliza mulai melakukan pengobatan secara Islami. Dia sampai menjelajah ke seluruh Malaysia untuk melakukan pengobatan tersebut.

Dua bulan Juliza menanggung derita perut membusung seperti orang sedang hamil. Sakit yang terpaksa ditanggung hanya Allah saja yang tahu. Dia tak bisa makan, tidur. Sangat sakit dan menyiksa!

” Ketika mendapatkan pengobatan Islam, saya diberi minum tiga butir air kelapa oleh ustaz. Tiba-tiba seluruh badan menjadi sakit dan saya muntah-muntah. ” Badan jadi lemah dan tak berdaya, tetapi Alhamdulillah keadaan saya berangsur pulih setelah diobati ustaz,” ceritanya.

Pelaku Muncul Dalam Mimpi

Ketika berobat di Semenyih itu, ustaz memberitahu kalau dalam waktu seminggu Juliza akan mengetahui dalang di balik penderitaannya.

Benar saja. Selang beberapa hari kemudian, Juliza mengaku bermimpi tentang seseorang yang melakukan perbuatan terkutuk itu. Dia tidak menyangka ternyata seseorang itu sangat dikenalnya.

” Saat mengetahui dalangnya, saya langsung merasa sedih karena tidak menyangka teman bisa cemburu atau menaruh dendam kepada saya. Tetapi saya pilih untuk melupakannya karena Allah yang akan membalas perbuatannya,” ujarnya.

Dikira Sudah Sembuh, Ternyata Makin Parah

Merasa sudah sembuh dan kembali sehat, Juliza membuka usahanya yang sempat tutup beberapa bulan pada November tahun lalu.

Namun dugaan tersebut ternyata meleset. Juliza kembali mengalami hal-hal aneh. Dia sering merasa sakit di bagian pinggang hingga tidak bisa menyetir mobil atau bergerak aktif seperti biasanya.

Tidak cukup dengan itu, dia sering merasa sakit dada dan kerap muntah darah sehingga membuatnya lemah dan tidak berdaya.

” Ketika itu saya merasa seperti nyawa di ujung tanduk! Orang itu memang ingin saya mati… Setiap kali masuk ke butik atau restoran, saya akan histeria, badan jadi dingin sehingga tidak bisa buat apa-apa.

” Ketika saya berobat lagi, ustaz bilang saya telah disantet. Saya kaget karena tak sangka sebegini jahatnya dendam orang itu terhadap saya,” katanya.

Memilih Pulang ke Kampung Halaman

Enggan mengambil risiko, Juliza mengambil keputusan pulang ke kampung karena merasa kehadirannya di kota itu membahayakan dirinya.

” Waktu itu saya pikir, ada uang banyak tidak ada gunanya. Tidak ada yang bisa tolong saya… Hanya Allah yang tahu derita saya. ” Saya ambil keputusan menutup restoran karena tidak mau ada orang kurang senang dengan saya,” katanya.

Anehnya, kata Juliza, sejak dia pulang ke kampung halaman, keadaannya kembali normal seperti biasa. Sehingga dia kembali ke kota pada Januari lalu.

Keponakan Ikut Jadi Korban Santet

Sekembalinya di kota, Juliza mendapat kabar keponakannya yang berusia 8 bulan mengalami masalah. Matanya tiba-tiba keluarkan darah dan perlu dirawat segera.

Namun seperti yang diduga, dokter tidak dapat mendeteksi penyakit yang diderita anak itu. Saat itulah Juliza yakin kalau sakit mata keponakannya ada kaitannya dengan santet yang dialaminya.

” Ketika pulang ke sana, saya kembali sakit dan keponakan juga sakit… matanya berdarah, badannya merah dan kerap menangis. ” Saya bawa ke ustaz dan beliau bilang keponakan saya juga terkena efek santet yang dikirim kepada saya,” katanya.

Atap Rumah Sampai Tercabut

Tanpa membuang waktu, Juliza terus melakukan pengobatan dengan ustaz tersebut. Juliza menganggap pengobatan kedua ini yang paling dahsyat yang pernah dia lakukan.

Bagaimana tidak? Santet yang dikirim kepadanya sangat kuat hingga saat dilakukan pengobatan, atap rumah sampai tercabut dan membuat Juliza ketakutan. ” Tak dapat saya gambarkan perasaan takut ketika pengobatan itu sampai atap rumah tercabut.

” Tapi Alhamdulillah setelah itu keadaan saya berangsur pulih dan keponakan saya juga tidak mengalami masalah pendarahan atau bengkak,” katanya.

Memutuskan untuk Tetap Move On

Meski menghadapi berbagai cobaan hingga dikirim santet, Juliza mengambil keputusan untuk meneruskan usahanya mengingat dia mempunyai banyak karyawan yang bergantung kepadanya.

” Kalau saya mengalah, dia akan tepuk tangan. Tapi saya yakin dan berserah kepada Allah yang menjadi pelindung saya.

” Saya ada Allah, rezeki saya juga milikNya… Saya hanya berdoa agar orang itu segera bertaubat dan menyadari kalau perbuatan syirik itu haram di Islam,” pungkas Juliza.

sumber : suara.com


Baca Juga
Lebih baru Lebih lama