Kisah Suami Istri Umrah dari Malang Pakai Sepeda, Doa Minta Hamil Langsung Terkabul

Hakam Mabruri dan Rofingatuh Islamiah, pasangan suami istri asal Malang, Jawa Timur, melakukan perjalanan panjang dengan mengendarai sepeda ke Mekkah, untuk beribadah umrah. Dengan berbekal doa dan niat baik, pasutri ini akhirnya bisa menyukseskan rencananya.Karena kisah inspiratifnya ini, Hakam dan istrinya diundang ke acara Hitam Putih, September 2018 lalu. Dalam acara yang dipandu Deddy Corbuzier itu, pasutri asal Malang ini menceritakan bagaimana perjalanannya, dari awal perencanaan hingga selesai. Berikut kisah inspiratif perjalanan pasutri asal Malang yang bersepeda dari Malang ke Mekkah selama hampir 10 bulan lamanya.

Awalnya Mau ke Makam Wali Songo dan Berdoa Demi Kehamilan – Hakam menceritakan dari mana ide awal untuk umrah dengan sepeda. Awalnya, ia mengajak sang istri untuk berziarah ke Makam Wali Songo bersepeda, lalu tercetuslah ide mengunjungi makam Nabi Muhammad di Madinah. “Awalnya saya ajak dulu ziarah ke Wali Songo. Pas ngomong gitu, dianya malah nanya, kenapa tidak ke makam Nabi sekalian saja, di Madinah?” cerita Hakam. Dan,akhirnya pasangan ini memutuskan bersepeda ke Mekkah.

Ketika ditanya apa doa pasangan ini begitu sampai di Mekkah, Hakam menjawab ingin segera memiliki momongan. Ia juga menceritakan pernah kehilangan buah hatinya dua kali. “Itu salah satu doa kami,” jelas Hakam menjawab pertanyaan Deddy Corbuzier.

Akhirnya Memutuskan Umrah dengan Sepeda – Dengan berbekal niat baik dan tekad yang kuat, akhirnya Hakam dan Rofingatuh memutuskan umrah dengan bersepeda. Sebelum memulai perjalanan panjang, mereka menyiapkan sepeda khusus yang akan digunakan. “Sepedanya cuma satu. Akhirnya saya punya ide, kontak teman,” lanjut Hakam menceritakan bagaimana ia mendapatkan sepeda gandeng custom itu. Pembuatan sepeda custom itu memakan waktu selama satu bulan. Hakam juga mengungkapkan kalau sepeda itu tidak akan bisa dibuat tanpa bantuan teman-temannya.

Melintasi Berbagai Negara – Menuju Mekkah lewat jalur darat dengan bersepeda tentu bukan hal mudah. Hakam dan istrinya harus melewati berbagai negara, dari ASEAN menuju ke Timur Tengah. Ada lebih dari 6 negara yang dilalui pasutri ini untuk bisa sampai ke Mekkah. “Dari Malang, ke Jakarta dulu, Bangka, Sumatra, Malaysia, Thailand,” sebut Hakam menceritakan perjalanannya. Dari Thailand, Hakam melanjutkan perjalanannya ke Myanmar, lalu India dan Pakistan. Tujuan mereka berlanjut ke Yordania, Mesir, dan berakhir di Mekkah.

Perjalanan Kurang Lebih 9 Bulan – Melewati tujuh hingga delapan negara tentu memakan waktu yang tak sebentar. Hakam menceritakan bagaimana ia merencanakan perjalanan panjangnya ini, yang berawal dari perencanaan perjalanan sembilan bulan saja. “Awalnya perkiraan cuma 9 bulan, gak sampai satu tahun lah,” ungkap Hakam. Mendengar jawaban itu, Deddy tampak terkejut.

“Sembilan bulan naik sepeda, itu cuma?” Tanya Deddy terheran-heran. Namun, salam perjalanannya, Hakam dan istrinya harus melewati beberapa tantangan lain. Perjalanan panjang mereka akhirnya berhasil dilalui dalam waktu kurang lebih 10 bulan.

Sempat Ditolak di Myanmar karena Tak Ada Visa – Untuk masuk ke negara lain, butuh dokumen penting seperti passport dan visa. Masalah dokumen ini pernah dialami Hakam dan Rofingatuh di Myanmar, di mana mereka tidak memiliki visa untuk masuk. “Baru masuk Myanmar, suruh balik. Karena kami tidak punya visa Myanmar, untuk melewati border darat Myanmar harus pakai visa, saya tidak tahu. Saya baca artikel, Myanmar itu negara ASEAN, bebas visa,” katanya. Akhirnya memutuskan kembali ke Bangkok, Thailand untuk merencanakan perjalanan selanjutnya. Dengan segala perhitungan dan perencanaan yang lebih matang, Hakam dan istri memilih untuk terbang dari Bangkok ke Kolkata, India.

Sempat Ditipu USD 1000 di India – Selama berbulan-bulan melintasi berbagai negara, perjalanan yang dilalui Hakam dan istrinya tak selalu mulus. Saat berada di India ia tertipu USD 1000 atau setara Rp13.6 juta. “Sewaktu di India, kami kehabisan uang cash. Alternatifnya, cari ATM tapi gak nemu-nemu, sampai benar-benar habis, tinggal 20 Rupe, sekitar Rp4, cuma cukup buat beli teh,” cerita Hakkam dari mana awalnya ia bisa tertipu.

Setelah tertipu, Hakam berjalan ke pasar dan dibantu oleh hampir seluruh orang yang ada di pasar dengan iuran, dan terkumpul 1000 Rupe. Uang bantuan dari warga pasar itu, digunakan Hakam dan istrinya untuk melanjutkan perjalanan ke kota terdekat.

Doa Terkabul, Di Mesir Istri Positif Hamil – Yang menjadi alasan Hakam menempuh jarak ribuan mil ini ialah untuk bisa berdoa meminta segera diberi momongan. Doa pasutri ini akhirnya terkabul saat berada di tengah perjalanan.Saat sampai di Yordania, Rofingatuh sudah merasakan ada yang berbeda dari dirinya. Hakam akhirnya menyarankan untuk memeriksakan diri ketika sampai di Kairo, Mesir. “Iya Alhamdulillah (istri hamil), itu berkah tinggal di Yordania,” ucap Hakkam, disambut tepuk tangan penonton di studio.

Perjalanan Terhenti di Kairo & Dapat Bonus Umrah – Berita bahagia yang diperoleh Hakam dan Rofingatuh di tengah perjalanannya ini menjadi kado yang sangat dinanti-nanti. Setelah mengetahui istri sudah hamil empat bulan, Hakam memutuskan untuk menghentikan perjalanan di Kairo.

“Akhirnya perjalanan kita hentikan di Kairo, dan alhamdulillah kami tetap dapat bonus untuk umrah,” cerita Hakam.

Setelah menyelesaikan misi perjalanan jauhnya ini, Hakam dan istri berencana untuk melanjutkan perjalanan lain bersama sang anak. Hakam dan Rofingatuh menanti anak mereka berusia satu tahun, dan akan berkeliling dunia lagi, mengunjungi tempat-tempat bersejarah setiap agama di dunia.

Sumber Artikel: medeka.com

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama