Dikira Batu Biasa, Ternyata Pecahan Meteorit Usia 4,6 Miliar Tahun!

  


Disangka batu biasa, ternyata pecahan meteorit usia 4,6 miliar tahun! Kejadian langka terjadi Gloucestershire, Inggris belum lama ini.

Pasalnya, sebuah fragmen batu kecil yang ditemukan di sebuah lapangan di Gloucestershire, Inggris ini ternyata bukanlah batu biasa, akan tetapi meteorit berharga.

Benda luar angkasa itu diklaim sudah berusia miliaran tahun yang bisa menjelaskan tentang pembentukan tata surya dan asal usul kehidupan.

Batu itu sendiri tidak terbentuk di bumi, namun berasal dari suatu tempat di luar orbit Mars.

Serpihan batu itu terlempar akibat tabrakan antar asteroid. Kemudian, fragmen jatuh melintas luasnya jagat raya dan akhirnya menembus atmosfer kemudian mendarat di bumi sebagai meteorit.

Kendati lazimnya meteorit, seperti dilansir kumparan.com, Jumat 23 Juli 2021, namun benda yang sekarang disebut sebagai meteorit Winchcombe ini diduga bukan meteorit biasa.

Saat ini, para ilmuwan tengah melakukan analisis guna menentukan kandungan meteorit sebagai upaya untuk mengetahui lebih lanjut dari mana asalnya dan bagaimana meteorit itu terbentuk.

Meteorit langka yang ditemukan di Inggris. (Foto: East Anglian Astrophysical Research Organisation)

“Struktur luar rapuh dan longgar, keropos dengan celah dan retakan,” kata Shaun Fowler, peneliti dari Loughborough University di Inggris sebagaimana dikutip Science Alert.

Shaun Fowler menambahkan, “Tampaknya (batu ini) tidak mengalami perubahan termal yang berarti batu telah berada di luar sana, melewati Mars, tidak tersentuh sejak sebelum planet manapun diciptakan.”

Artinya, imbuhnya, manusia memiliki kesempatan langka untuk memeriksa potongan masa lalu primordial.

Fragmen kecil bagian meteorit yang jatuh di Winchcombe pada Maret 2021 tersebut diperkirakan berusia sekitar 4,6 miliar tahun, setara usia tata surya.

Ini berarti meteorit Winchcombe terbentuk dari awan debu dan gas yang juga melahirkan matahari dan planet-planet lain.

Sementara itu, planet-planet di tata surya telah mengalami serangkaian peristiwa dan transformasi, meteorit Winchcombe baru saja muncul tanpa gangguan di sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter.

Konstruksinya yang teragregasi longgar menandakan, meteorit tersebut tidak mengalami pemadatan akibat benturan berulang.

Begitu mendarat di Inggris, meteorit Winchcombe membuat heboh para ilmuwan.

Bukan hanya lantaran menjadi meteorit pertama yang pernah ditemukan di Inggris dalam kurun waktu 30 tahun, tetapi juga merupakan benda sangat langka yang dikenal sebagai carbonaceous chondrite.

Meteorit langka yang ditemukan di Inggris. (Foto: East Anglian Astrophysical Research Organisation)

Carbonaceous chondrite adalah meteorit berbatu yang terdiri dari karbon dan silikon, bukan besi sebagai meteorit pada umumnya.

Bahan-bahan ini sangat kecil kemungkinannya bisa bertahan dari gesekan atmosfer ketimbang meteorit besi, inilah mengapa carbonaceous chondrite sangat jarang ditemukan.

Saat ini, batuan luar angkasa berwarna hitam itu bakal menjalani analisis lebih lanjut, termasuk mikroskop elektron, spektroskopi getaran, dan difraksi sinar-X.

Teknik-teknik ini akan membantu mengungkap struktur fisik batu, serta terbuat dari apakah batu itu.

“Sebagian besar meteorit terdiri dari mineral seperti olivin dan phyllosilicates, dengan inklusi mineral lain disebut chondrules,” papar Shaun Fowler.

“Tetapi komposisinya berbeda dengan apa pun yang kamu temukan di bumi dan berpotensi tidak seperti meteorit lain yang kami temukan,” sambungnya.

“Mungkin mengandung beberapa struktur kimia atau fisik yang sebelumnya tidak diketahui yang belum pernah terlihat dalam sampel meteorit lain yang tercatat,” tutup Shaun Fowler.

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama