Bocah 8 Tahun Ini Kumpulkan Uang Selama 3 Tahun Untuk Kurban Sapi

 Baru saja kita telah melaksanakan hari raya idul adha, dimana meski masih dalam masa PPKM, akan tetapi proses tersebut dapat dilakukan dengan cukup lancar dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

Dan dalam kurban kali ini tidak hanya kemeriahan pada perayaannya saja, melainkan juga berita terkait hal-hal unik pada kurban kali ini juga cukup menarik.

Berkurban tidak hanya boleh dilakukan oleh Muslim yang telah dewasa, namun juga bisa dilakukan oleh anak-anak. Seperti dilakukan oleh bocah perempuan berusia 8 tahun yang bernama Hanifa Insani.

Bocah yang masih duduk di bangku kelas tiga Madrasah Ibtidaiah Negeri (MIN) 4 Solok, Sumatera Barat, ini mampu berkurban pada hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah dari uang hasil tabungan di celengannya.

Dilansir Antara, Jumat (23/7/2021), selama tiga tahun, tepatnya sejak Hani masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK) dia telah mulai menabung untuk berkurban.

Setiap hari dia selalu menyisihkan uang jajannya Rp1.000 hingga Rp5.000. Uang yang didapat dari Hari Raya Idul Fitri juga dia tabung.

Hani juga “bekerja” mengupas bawang hingga 15kg per hari dan mendapat upah Rp22 ribu hingga Rp25 ribu per harinya dari pemilik bawang. Uang itu kemudian dia tabung lagi untuk menambah uang berkurban.

“Dia tidak terlalu suka bermain. Malah mengisi waktunya dengan bekerja mengupas bawang petani yang ada di sini, lalu upahnya ditabung dalam celengan,” kata orang tua Hani, Roza Linda (38).

Setelah membongkar celengan, Hani dengan ditemani kedua orangtuanya menyerahkan uang itu ke panitia kurban di Masjid Nurul Iman, Batu Bagiriak, Nagari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumbar.

Meski Hani tidak diwajibkan berkurban mengingat usianya, dia tetap kukuh dengan pendiriannya. Linda sebagai orang tua sangat bangga dengan ketulusan hati anaknya yang masih kecil sudah ikut berkurban.

“Bahkan saya sendiri sampai saat ini masih belum ikut berkurban, semoga tahun depan bisa ikut,” kata dia.

Hani berkurban satu ekor sapi bersama beberapa orang lainnya secara patungan atau senilai Rp2,5 juta per orangnya. Kemudian daging kurban atas nama Hani ini diserahkan ke kerabat dan tetangga dekat rumah.

“Saat membuka celengan, uang tabungan Hani hanya ada Rp2,1 juta, sedangkan untuk kurban Rp2,5 juta. Namun melihat Hani begitu bersemangat untuk berkurban.

Kami pun menambahkan Rp500 ribu dan sisa tabungannya Rp100 ribu untuk keperluan Lebaran,” ujar Linda.

sumber : tribunnews.com

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama