Varian baru Delta paling mendominasi di Indonesia, kenali gejalanya!

 


JAKARTA. Warga Indonesia harus waspada. Menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi, sampai saat ini sudah ditemukan 145 kasus positif Covid-19 akibat terpapar varian baru virus corona di Indonesia.

Melansir Kompas.com, varian virus corona yang paling mendominasi adalah B.1.617.2 atau Delta sebanyak 104 kasus. Varian ini paling banyak ditemukan di DKI Jakarta dan Jawa Tengah. 

Oleh karenanya, kita perlu mengetahui gejala virus corona varian Delta. Apa saja?

Mengutip The Guardian, para peneliti mengungkapkan, gejala umum virus Covid-19 varian Delta antara lain:

- Sakit kepala 

- Sakit tenggorokan 

- Pilek

- Demam

Menurut Tim Spector, seorang profesor epidemiologi genetik di King's College London, data yang dikumpulkan sebagai bagian dari studi gejala Zoe Covid berbasis aplikasi, menunjukkan bahwa varian Delta yang pertama kali terdeteksi di India terasa seperti "flu yang buruk".

"Covid ... memiliki gejala yang berbeda sekarang, lebih seperti flu yang buruk. Orang mungkin mengira mereka baru saja terkena flu musiman, dan mereka masih pergi ke pesta… kami pikir ini memicu banyak masalah. Jadi, yang benar-benar penting untuk disadari adalah bahwa sejak awal Mei, kami telah melihat gejala teratas di semua pengguna aplikasi, dan mereka tidak sama seperti sebelumnya. Jadi, gejala nomor satu adalah sakit kepala … diikuti oleh sakit tenggorokan, pilek dan demam,” urainya.

Menurut NHS, gejala klasik Covid adalah demam, batuk, dan kehilangan penciuman atau rasa.

Spector mengatakan bahwa dengan Delta, batuk tampaknya menjadi gejala paling umum kelima, dan hilangnya penciuman tidak masuk dalam 10 besar.

Data menunjukkan bahwa varian Delta setidaknya 40% lebih mudah menular daripada varian Alpha yang pertama kali terdeteksi di Kent, dan tampaknya menggandakan risiko rawat inap. Ini juga membuat vaksin agak kurang efektif, terutama jika seseorang baru mendapatkan satu dosis.

Jalankan 3M dan 3T

Seiring dengan penyebaran virus corona varian baru di Indonesia yang semakin meluas, penting dilakukan penerapan praktik 3T (Tracing, Testing, Treatment) dan perilaku 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak). 

Kedua hal tersebut adalah upaya untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Hanya saja, penerapan praktik 3T masih perlu ditingkatkan pemahamannya di masyarakat.

Melansir situs Covid19.go.id, 3T terdiri dari tiga kata yakni pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment). Penjelasannya, pemeriksaan dini menjadi penting agar bisa mendapatkan perawatan dengan cepat. Tak hanya itu, dengan mengetahui lebih cepat, kita bisa menghindari potensi penularan ke orang lain.

Lalu, pelacakan dilakukan pada kontak-kontak terdekat pasien positif virus corona. Setelah diidentifikasi oleh petugas kesehatan, kontak erat pasien harus melakukan isolasi atau mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Kemudian, perawatan akan dilakukan apabila seseorang positif virus corona. Jika ditemukan tidak ada gejala, maka orang tersebut harus melakukan isolasi mandiri di fasilitas yang sudah ditunjuk pemerintah. 

Sebaliknya, jika orang tersebut menunjukkan gejala, maka para petugas kesehatan akan memberikan perawatan di rumah sakit yang sudah ditunjuk pemerintah.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama