Perjuangan Gadis Cantik Jadi Tulang Punggung 7 Orang, Ngadu ke Tuhan Sudah Capek

 



Kisah perjuangan seorang gadis cantik yang viral di media sosial sukses membuat publik terharu. Diusianya yang masih muda, gadis tersebut harus menjadi tulang punggung keluarga.

Berbekal kemampuan dan tekad kuatnya untuk menghidupi keluarga, ia pun rela melakukan banyak pekerjaan. Suatu ketika, ia merasa lelah dan mengadu ke Tuhan. Lantas, seperti apa kehidupan penuh perjuangan yang harus dilewatinya setiap hari? Berikut ulasannya.

Jadi Tulang Punggung Keluarga

Sebuah video yang diunggah pada akun Instagram @insta_julid memperlihatkan perjuangan berat dari seorang gadis cantik. Tinggal di Ibukota, ia membagikan video berdurasi pendek mengenai cuplikan perjuangan beratnya setiap hari sebagai tulang punggung keluarga.

“Ya Allah, gini ya jadi tulang punggung keluarga,” ungkapnya. Gadis cantik itu rupanya merupakan anak pertama yang harus memenuhi kebutuhan 7 anggota keluarganya. Ketujuh anggota tersebut adalah ibu, ayah, 3 orang adik, dan satu asisten rumah tangga.

“Gue tahu gue anak pertama. Nyokap gue engga kerja, bokap gue cuma kerja serabutan. Adik gue 3 masih kecil, bahkan salah satunya autisme dan ada 1 orang yang bantuin di rumah. Semua gue yang tanggung. Kadang engga bisa menabung karena duit sudah habis buat bayar ini itu,” tambahnya.

Harus Selalu Hemat

Tak hanya dipaksa untuk terus berusaha mencari penghasilan ke sana-kemari, ia pun juga dituntut untuk hidup berhemat. Untuk kebutuhan makan dan transportasi sehari-hari dirinya sendiri, ia pun harus memperhitungkan secara detail.

Terkadang, hal itu membuatnya penat. Sedih saat melihat teman sebaya telah mendapatkan keinginan seperti mobil hingga rumah pribadi.

“Di saat teman-teman gue sudah bilang bisa beli mobil dan sudah mau menyicil rumah, gue bahkan buat makan besok saja kadang menunggu bos gue traktir di kantor. Gue di saat teman-teman gue balik pada naik grabcar, sedangkan gue naik kereta sama busway buat menghemat,” imbuhnya.

Serabutan Lakukan Semua Pekerjaan

Sementara itu ia masih terus berjuang untuk mencari penghasilan dari berbagai pekerjaan guna memenuhi kebutuhan keluarga. Gadis cantik itu pun mengaku pernah banting tulang menjadi pekerja kantoran hingga joki tugas akhir skripsi.

“Gue sudah kerjain semua hal yang halal, mulai dari kantor, jadi MC, kadang ikut buat photoshoot, mengajar nari, jadi SPG, bahkan jadi joki skripsi gue pernah,” ungkapnya.

Ia mengaku tak pernah menikmati hasil dari kerja kerasnya hingga maksimal selama ini. Satu minggu bekerja, ia hanya mampu menutupi berbagai tagihan dan kebutuhan seperti membayar sewa rumah, les adik-adik, hingga tagihan listrik.

“Senin-Jumat ngantor dari pagi sampai malam. Sabtu dan Minggu ambil freelance buat tambah-tambahan. Kadang iri banget lihat teman-teman bisa beli barang bagus dan sudah bisa jalan kemana-mana. Sedangkan gue harus mikir bayar kontrakan rumah, bayar tempat tinggal gue sendiri, bayar les adik gue, kebutuhan rumah, listrik, dll,” ceritanya.

Mengadu ke Tuhan, Merasa Lelah

Terus menerus bekerja keras tanpa henti demi keluarga cukup membuatnya lelah. Secara terus terang, ia pun seolah mengadu dan mengeluh kepada Tuhan.

Melalui unggahannya itu, gadis cantik itu pun banyak mendapatkan dukungan dan pujian lantaran mampu bekerja keras seorang diri. Tak semua orang dinilai mampu mengemban amanah dan berjuang demi keluarga seperti dirinya.

“Ya Allah, maaf kalau masih mengeluh tapi aku capek banget, jujur. Harus muter otak gimana lagi nyari duit buat menghidupi 7 orang,” pungkasnya.

sumber : merdeka.com

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama