Jatuh Miskin, Wanita Cantik Mantan Bos Spa di Kuta Bali Jadi Pengemis

Diduga jatuh miskin setelah usaha tutup dan bangkrut terdampak pandemi Covid-19, seorang owner atau pemilik spa miliknya di kawasan Kuta, Badung, Bali, nekat jadi pengemis.

Dia adalah Komang Mira Wati. Perempuan 26 tahun ini nekat menjadi gelandangan dan pengemis (gepeng) karena usahanya tutup akibat sepi wisatawan.

Mirisnya lagi, terungkapnya gepeng mantan bos spa, ini setelah anggota Satpol PP Klungkung melakukan razia gepeng di Simpang Tihingadi, Jalan Bypass Ida Bagus Mantra, Kecamatan Dawan, Senin (7/6).

Mira terjaring razia bersama lima gepeng lain. Saat ditemui di halaman kantor Satpol PP Klungkung, penampilan Mira tampak berbeda dari gepeng lainnya.

Selain rambut bercat pirang, pakaian Mira telihat lebih modis dibandingkan dengan gepeng lainnya.

Saat ditemui di kantor Satpol PP Klungkung, Mira mengaku, sebelum menjadi gepeng dan terjaring razia, ia pernah memiliki usaha Spa di wilayah Kuta, Badung sebelum pandemi.

Bahkan, tempat Spa yang dia miliki pun cukup besar, yakni terdiri dari 6 ruang Spa dan dua ruang krimbat.

“Usaha saya itu sudah lama. Sudah bertahun-tahun. Saya punya terapis sebanyak 20 orang,” katanya dengan santai.

Pendapatannya waktu itu cukup lumayan. Sebab ia bisa mendapatkan 5-7 pelanggan per harinya.

Hanya saja sejak adanya pandemi Covid-19, kunjungan wisatawan sangat sepi sehingga berpengaruh pada pendapatan tempat usahanya.

Lantaran tak mau terus merugi, ia terpaksa menutup tepat usahanya dan kembali ke kampung halamannya di Desa Tianyar, Kecamatan Kubu, Karangasem.

“Spa saya ada satu setengah tahun sudah tutup. Kontrak tempat Spa juga sudah saya putus,” bebernya.

Sementara itu, Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Klungkung, Putu Suarta mengungkapkan dari enam gepeng yang terjaring razia, empat di antaranya adalah anak-anak.

Menurutnya sebagian besar gepeng yang terjaring razia merupakan wajah lama yang terus membandel meski berkali-kali telah dipulangkan ke kampung halamannya.

“Hari ini kami serahkan kembali ke Dinas Sosial untuk dikembalikan ke kampung halamannya,” ujarnya.

Para gepeng nekat kembali ke jalanan meski berkali-kali terjaring razia menurutnya tidak terlepas dari hasil mengemis yang cukup menggiurkan.

Berdasarkan keterangan para gepeng, diungkapkannya gepeng-gepeng itu beraksi selama empat hari dan akan pulang ke kampung halamannya di hari keempat.

Selama empat hari itu, pasalnya satu orang gepeng bisa mendapatkan uang hasil menggepeng hingga Rp 500 ribu.

“Dan selama empat hari menggepeng di Klungkung, mereka akan tidur di bale banjar. Anaknya yang disuruh menggepeng, sementara ibunya duduk-duduk di bawah pohon dekat persawahan. Tadi kami sampai lari-lari di tengah sawah untuk menangkap mereka,” tandasnya.

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama