VIRAL! Keluarga Di Banyuwangi Ini Rela Jual Rumah Untuk Disumbangkan Ke Palestina




Sebuah keluarga di Banyuwangi, Jawa Timur viral di media sosial karena menjual rumah mereka dan sebagian hasil penjualannya untuk donasi ke rakyat Palestina.



Rumah beralamat di Puri Brawijaya Blok XE 4-8 itu sebelumnya adalah guest house dengan fasilitas kolam renang. Rumah bernama Puri de Fanny itu berdiri di lahan seluas 230 meter persegi.

Triyanto, kepala keluarga yang ingin berdonasi mengatakan bangunan rumah mereka memiliki gaya arsitektur tradisional.

“Rumahnya berbentuk gaya arsitektur rumah Osing suku asli Banyuwangi. Selain itu terdapat ornamen-ornamen khas Bali," kata Triyanto, Sabtu (15/5/2021), dilansir dari Tribunnews.

Laki-laki kelahiran 15 Mei 197 itu membeberkan, sebelumnya ia bekerja dinas di Bali. Sebab itu, ia memiliki ornamen-ornamen khas Bali.

Kemudian, keluarga mereka pindah ke Banyuwangi mengikuti dirinya yang mesti dinas di sana. Belakangan, keluarga Triyanto kembali mesti pindah ke Malang demi kepentingan dinas lagi.

Sejak akhir 2018, Triyanto kemudian menyewakan rumah mereka sebagai guest house.

"Sejak saya pindah ke Malang rumah itu disewakan untuk guest house. Kini saya dan keluarga sepakat untuk menjual rumah tersebut," ujar Triyanto.

Keluarganya memilih menjual rumah itu dengan harga Rp750 juta. Meski begitu, Triyanto mengaku tidak mematok harga penjualan sebesar itu.

“Saya tidak terlalu mematok harus seharga itu. Saat ini banyak teman-teman saya yang membantu menjualkan, dan sudah banyak yang menawar. Dalam seminggu ini akan saya jual pada penawar terbaik,” imbuhnya.

Menurutnya, penjualan rumah itu intinya adalah donasi ke rakyat Palestina yang sedang menerima serangan dari Israel.

“Saya dan keluarga tergugah atas nasib saudara-saudara kita di Palestina karena serangan zionis. Kami telah sepakat untuk menjual rumah di Banyuwangi, yang nantinya akan kami donasikan pada rakyat Palestina,” beber Triyanto.

Hasil penjualan rumah berukuran 3 kapling itu nantinya bakal kena pajak penjualan tanah dan bangunan, fee mediator penjualan, dan tanggungan saat pembangunan.

"Terus terang saya masih punya tanggungan utang sekitar Rp 100 juta pada yang membangun rumah itu dulu. Setelah semua terlunasi separuh dari penjualan akan kami donasikan pada Palestina," tuturnya.

Setengah pendapatan bersih penjualan rumah itu baru akan mereka sumbangkan untuk rakyat Palestina.

Untuk itu, keluarga Triyanto juga telah menghubungi lembaga yang kerap menyalurkan sumbangan ke Palestina.

"Saya juga sudah koordinasi dengan ACT (aksi cepat tanggap) Malang, separuh dari nett hasil penjualan rumah akan didonasikan untuk Palestina," ujar Triyanto.
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama