Polisi Israel Bubarkan Shalat Traweh di Al Aqsa, 53 Warga Palestina Luka Parah


Bentrok berdarah terjadi di Masjid Al Aqsa. Ratusan orang bahkan terluka usai polisi Israel menyerang warga Palestina yang baru saja berbuka puasa di situs suci Muslim itu, Jumat (7/5/2021).







Polisi Israel bahkan menggunakan peluru karet dan granat kejut. Sementara warga Palestina menggunakan batu melawan aparat.







Baca: Video Polisi Israel Serang Warga Palestina






Dikutip dari Reuters, kejadian bermula di tengah protes warga Palestina terkait potensi penggusuran sejumlah rumah untuk pemukiman Yahudi. Mereka memenuhi perbukitan di sekitar masjid.

Mereka dihadap ratusan polisi Israel dengan perlengkapan lengkap. Situasi awalnya tenang, namun setelah berbuka puasa, kondisi panas dan menjadi bentrokan.

Pejabat Masjid Al-Aqsa meneriakkan agar semua pihak tetap tenang. "Polisi harus segera berhenti menembakkan granat kejut ke arah jemaah, dan kaum muda harus tenang dan diam!" tegas pejabat Al-Aqsa saat kejadian berlangsung.

Laporan paramedis menyebut 200 warga Palestina luka dalam kejadian itu. Mereka dirawat ke rumah sakit setelah terkena peluru karet oleh Bulan Sabit Merah Palestina.





Salah satu warga harus kehilangan matanya dan dua orang lain cedera serius di kepala.Ada pula yang mengalami retak tulang rahang.

Sementara itu, polisi Israel menyebut Palestina membahayakan personilnya. Juru bicara kepolisian Israel menyebut warga melemparkan batu, kembang api dan benda-benda lainnya ke arah polisi dan menyebabkan enam terluka.

"Kami akan merespons dengan tegas setiap gangguan kekerasan, kerusuhan atau tindakan membahayakan personel kami, dan akan berupaya mencari pihak yang bertanggung jawab dan mengadili mereka," tegas juru bicara Kepolisian Israel tersebut."

Permasalahan ini bermula saat Israel menduduki tanah di Sheikh Jarrah. Sidang akan dilakukan Senin (10/5/2021) besok.

Sengketa ini sudah terjadi bertahun-tahun. Awal tahun ini, sebuah pengadilan distrik Yerusalem memutuskan bahwa rumah-rumah itu legal milik keluarga Yahudi.

Pengadilan mengutip pembelian tanah yang dilakukan beberapa dekade lalu. Namun keluarga-keluarga Palestina memberi bukti bahwa rumah mereka diperoleh dari otoritas Yordania yang menguasai Yerusalem Timur antara tahun 1948 hingga 1967 silam.

Sementara itu AS dan Eropa menyerukan kedua belah pihak menahan diri. Sementara Iran mengecam keras tindakan yang dilakukan di Masjid Al-Aqsa dan menyebutnya 'kejahatan perang'.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga buka suara. Melansir AFP ia menyebut Israel sebagai negara teroris.

"Israel, negara teroris yang kejam, menyerang Muslim di Yerusalem dengan cara yang biadab tanpa etika," kata Erdogan.

Hingga Sabtu (8/5/2021) kekerasan masih terjadi. Polisi Israel menembakkan meriam air dan peluru karet untuk membubarkan pengunjuk rasa Palestina di Yerusalem timur sehari setelah bentrokan sengit di masjid Al-Aqsa.
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama