Kisah Haru Rasulullah SAW dan Anak Yatim Telantar di Hari Idul Fitri

 


Hari Raya Idul Fitri merupakan hari kemenangan bagi umat Islam yang telah menjalankan puasa di bulan Ramadhan. Idul Fitri juga dimaknai sebagai kembali ke fitrah atau kesucian. Namun tidak semua umat muslim bisa merayakan Idul Fitri dengan suka cita, masih banyak umat muslim yang merayakan Idul Fitri di tengah keterbatasan.

Seperti kisah yang dikutip dari laman resmi Nahdatul Ulama. Dikisahkan saat itu Rasulullah tengah berjalan menuju tempat salat Idul Fitri di pagi hari. Dalam perjalanan, beliau melihat anak-anak kecil bermain gembira, tidak jauh dari kerumunan anak-anak itu, ada salah satu anak yang sedang menangis dengan pakaian sangat sederhana.
Rasulullah pun mendatangi anak tersebut dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Rasul pun bertanya : “Apa yang membuatmu menangis, Nak?”
Anak kecil yang tidak mengenali bahwa orang di hadapannya adalah Rasulullah menjawab, “Paman, ayahku telah wafat. Ia mengikuti Rasulullah dalam menghadapi musuh di sebuah pertempuran. Tetapi ia gugur dalam medan perang tersebut.”
Anak itu kemudian mengatakan kepada Rasul, “Ibuku menikah lagi dengan orang lain. Mereka mengambil rumahku juga memakan hartaku. Jadilah aku seperti yang engkau saksikan ini, telanjang, kelaparan, sedih dan hina. Ketika tiba hari raya, aku melihat teman sebayaku bermain, aku jadi tambah sedih. Lalu aku menangis," cerita anak tersebut.
Nabi SAW kemudian menawarkan, “Apakah kau mau aku jadi bapakmu, Aisyah ibumu, Fatimah jadi saudara perempuanmu, Ali jadi pamanmu, Hasan dan Husein menjadi saudara lelakimu?”
Anak itu pun menjawab, “Bagaimana aku tidak rela Ya Rasulullah,”
Rasulullah kemudian membawa anak angkatnya pulang ke rumah. Anak itu diberikan pakaian terbaik, ia dipersilakan makan hingga kenyang, dan diberi wewangian. Setelah itu, ia pun keluar dari rumah Rasulullah dengan wajah bahagia.
Anak-anak lain merasa keheranan, lalu bertanya: “Apa yang telah terjadi? Mengapa kamu terlihat sangat gembira?”
Anak itu pun menjawab: “Akhirnya aku memiliki seorang ayah. Di dunia ini, tidak ada yang bisa menandinginya. Siapa yang tidak bahagia memiliki seorang ayah seperti Rasulullah? Aku juga kini memiliki seorang ibu, namanya Aisyah, yang hatinya begitu mulia, juga seorang kakak perempuan, namanya Fatimah, dan Ali menjadi pamanku” katany
Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang memakaikan seorang anak pakaian yang indah dan mendandaninya pada hari raya, maka Allah SWT akan mendandani/menghiasinya pada hari Kiamat. Allah SWT mencintai terutama setiap rumah, yang di dalamnya memelihara anak yatim dan banyak membagi-bagikan hadiah. Barang siapa yang memelihara anak yatim dan melindunginya, maka ia akan bersamaku di surga.“
Semoga Kisah Rasulullah tersebut dapat mengajarkan kita untuk selalu peduli dengan sesama di Hari Raya Idul Fitri termasuk memuliakan anak yatim.
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama