Kasus Alat Antigen Bekas, Pemerintah Akan Perketat Pengawasan


 Kasus penyalahgunaan alat rapid test antigen bekas di Bandara Kualanamu, Medan, Sumatra Utara, telah diproses secara hukum dengan penetapan lima orang menjadi tersangka. Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengaku sangat prihatin atas tindakan oknum tidak bertanggung jawab tersebut.

"Ini sedang kita benahi manajemen pengawasannya, pengendalian peralatan-peralatan yang ada di lapangan. Besok saya akan ke Medan, akan saya cek lapangan langsung bagaimana sih ceritanya kok bisa terjadi," ujarnya di Jakarta melalui keterangan tertulis yang diterima IDN Times, Sabtu (1/5/2021).

1. Pemerintah akan jadikan kejadian ini sebagai dasar pengawasan pemeriksaan COVID-19

Kasus Alat Antigen Bekas, Pemerintah Akan Perketat PengawasanKapolda Sumatera Utara Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak menunjukan barang bukti alat swab tes cepat antigen bekas saat rilis kasus di Polda Sumatera Utara, Medan, Sumatera Utara, Kamis (29/4/2021). ANTARA FOTO/Adiva Niki/

Muhadjir mengatakan, pemerintah akan membuat kejadian tersebut sebagai dasar pengawasan dan investigasi. Khususnya di beberapa tempat lain yang rawan praktik semacam itu.

"Yang jelas pengawasannya akan kita perketat," katanya.

2. Gunakan alat tes bekas, petugas rapid antigen di Kualanamu ditangkap

Kasus Alat Antigen Bekas, Pemerintah Akan Perketat PengawasanKapolda Sumatera Utara Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak (kiri) menginterogasi salah satu tersangka penyalagunaan alat swab tes cepat antigen bekas saat rilis kasus di Polda Sumatera Utara, Medan, Sumatera Utara, Kamis (2942021). (ANTARA FOTO/Adiva Niki)

Petugas Dirkrimsus Polda Sumut menangkap empat petugas laboratorium Rapid Antigen Lantai M Bandara Kualanamu, Selasa (27/4/2021). Hal ini karena dugaan adanya pemalsuan hasil rapid antigen COVID-19 yang menjadi keluhan para calon penumpang pesawat di Bandara Kualanamu.

Yang diduga dipakai berulang adalah stick brush untuk ambil sampel ke hidung penumpang.


Kasus ini terungkap bermula dari banyak penumpang yang mendapati hasil tesnya positif dalam kurun waktu kurang dari sepekan.

“Iya, memang benar ada penggerebekan itu. Perkembangan selanjutnya saya sampaikan karena masih tahap penyelidikan,” ujar Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan, Rabu (28/4/2021).

3. Anggota Krimsus Polda Sumut menyamar menjadi calon penumpang

Kasus Alat Antigen Bekas, Pemerintah Akan Perketat PengawasanTenaga kesehatan melakukan tes cepat antigen kepada pengunjung Kebun Binatang atau Bandung Zoological Garden (Bazoga), Jawa Barat, Minggu (27/12/2020). Pemerintah Kota Bandung memberikan layanan tes cepat antigen secara gratis kepada wisatawan yang mengunjungi Bazoga guna mencegah penyebaran COVID-19 selama libur Natal dan Tahun Baru 2021. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

Dari rilis yang diterima IDN Times, untuk mengungkap kejadian itu anggota Krimsus Polda Sumut berpakaian sipil menyamar menjadi calon penumpang pesawat. Ia lalu melaksanakan rapid antigen sebagai persyaratan.

Setelah mendapat nomor antrian, ia lalu masuk ke ruang pemeriksaan dan diambil sampelnya lewat hidung. Setelah 10 menit menunggu, ia mendapati hasilnya positif.

4. Ditemukan alat yang dipakai untuk pengambilan sampel didaur ulang

Kasus Alat Antigen Bekas, Pemerintah Akan Perketat PengawasanCalon penumpang pesawat mengikuti tes cepat antigen di area Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (22/12/2020) (ANTARA FOTO/Fauzan)

Polisi yang menyamar tersebut akhirnya melakukan perdebatan dan akhirnya memeriksa seluruh isi ruangan laboratorium. Para petugas laboratorium dikumpulkan dan terungkap fakta, ratusan alat yang dipakai rapid antigen untuk pengambilan sampel bekas dan telah didaur ulang.

Petugas lab yang diinterogasi mengakui jika alat pengambilan sampel adalah bekas. Alat yang digunakan untuk pengambilan sampel yang dimasukkan ke dalam hidung setelah digunakan, dicuci dan dibersihkan dan kembali dimasukkan ke dalam bungkus kemasan untuk digunakan dan dipakai buat pemeriksaan orang berikutnya.

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama