Foto-foto Spektakuler Gerhana Bulan Total Berbagai Penjuru Dunia


 Bulan Purnama paling terang yang disebut Super Flower Blood Moon dapat terlihat di berbagai penjuru dunia dengan bulan terlihat lebih besar dan terang.

Berbagai foto muncul mulai dari Asia timur, Australia, melintasi Pasifik, dan Amerika Serikat.

Super Blood Moon seperti tampak di atas Masjid al-Azhari, Jakarta.
EPA
Super Blood Moon seperti tampak di atas Masjid al-Azhari, Jakarta.

 

Namanya disebut Super Flower karena muncul pada bulan Mei di saat musim semi di negara dengan empat musim dengan mulai berkembangnya bunga-bunga.

Fenonema ini juga terjadi di tengah gerhana bulan total pertama dalam lebih dari dua tahun..

Bulan tampak berwarna merah - dan karena itu disebut bulan berdarah, blood moon, karena cahaya yang dipancarkan di atmosfir Bumi seperti pantulan matahari terbenam.

Inilah foto-foto Super Blood Moon di berbagai negara, termasuk di Indonesia.

 

Super Blood Moon di atas Masjid al-Azhar, Jakarta.
EPA
Super Blood Moon di atas Masjid al-Azhar, Jakarta.

 

 

Candi Plaosan, Klaten, Jawa Tengah.
Reuters
Candi Plaosan, Klaten, Jawa Tengah.

 

 

Super Blood Moon di Wollongong, Australia.
EPA
Wollongong, Australia.

 

 

Super Blood Moon di Hong Kong.
Reuters
Super Blood Moon di Hong Kong.

 

 

Super Blood Moon terlihat di Stonehenge, Inggris.
Reuters
Super Blood Moon terlihat di Stonehenge, Inggris.


Skopje, Macedonia utara.
EPA
Skopje, Macedonia utara.

 

 

Anitkabir, di Ankara, Turki.
Reuters
Anitkabir, di Ankara, Turki.

 

 

Buenos Aires, Argentina.
Reuters
Buenos Aires, Argentina.

 

 

Terlihat di Meksiko City.
Reuters
Terlihat di Meksiko City.

 

 

Griffith Observatory di Los Angeles.
EPA
Griffith Observatory di Los Angeles.

 

Di Indonesia, penduduk sejumlah wilayah dapat menyaksikannya, sebagaimana dilansir situs Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

  • Fase (P1) Awal Gerhana Bulan mulai pukul 15.46.12 WIB, 16.46.12 WITA, 17.46.12 WIT yang melintas memotong Papua bagian tengah, sehingga pengamat di provinsi Papua dapat menyaksikan seluruh proses terjadinya Gerhana Bulan Total ini.

 

  • Fase (U1) Gerhana Bulan Sebagian mulai pukul 16.44.38 WIB, 17.44.38 WITA, 18.44.38 WIT, melintas memotong Pulau Sulawesi dan Nusa Tenggara, sehingga pengamat di wilayah Indonesia Timur, Pulau Sulawesi bagian Timur dan Nusa Tenggara Timur dapat menyaksikan kejadian ini.

 

  • Fase (U2) Gerhana Bulan Total mulai masuk pukul 18.09.21 WIB, 19.09.21 WITA, 20.09.21 WIT melintas memotong Provinsi Riau dan Sumatera Barat, sehingga seluruh pengamat di Indonesia dapat mengamati awal fase totalitas ini, kecuali di sebagian Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

 

  • Fase Puncak Gerhana Bulan terjadi pukul 18.18.43 WIB , 19.18.43 WITA , 20.18.43 WIT, dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia, kecuali di sebagian kecil Riau, sebagian Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

 

  • Fase (U3) Gerhana Bulan Total berakhir pukul 18.28.05 WIB, 19.28.05 WITA, 20.28.05 WIT melintas membelah Sumatera Utara, sehingga pengamat di seluruh wilayah Indonesia, kecuali sebagian Sumatera Utara dan Aceh, dapat menyaksikan fenomena ini.
  • Fase (U4) Gerhana Bulan Sebagian berakhir pukul 19.52.48 WIB, 20.52.48 WITA, 21.52.48 WIT dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia.
LIHAT ARTIKEL ASLI 
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama