Cak Nun Sebut Israel Takut dengan Orang Jawa, Ini Alasannya

 Sebuah ceramah Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun heboh di media sosial. Dalam pernyataannya, budayawan tersebut mengungkapkan bahwa bangsa Israel sebenarnya takut dengan orang Jawa.


Ceramah Cak Nun itu diunggah oleh saluran YouTube First Name dengan judul ‘Sak Licik-licike Wong Israel Yahudi, Tetep Iseh Licik Wong Jowo’.

Dalam video tersebut, Cak Nun menyebut kalau orang Jawa merupakan makhluk spesial ciptaan Allah SWT. Dia juga mengungkapkan bahwa orang Jawa lebih licik ketimbang suku Yahudi di Israel.

Cak Nun mengatakan bahwa sampai kapan pun Israel tidak akan pernah berani mengusik masyarakat Jawa.

Kata dia, selain usia suku Jawa yang lebih tua, tanah Jawa memiliki masyarakat yang pandai hidup dalam penderitaan.

“Jadi orang Jawa itu ahli penderitaan, dan orang yang muncul kependekarannya dalam keadaan kritis. Itulah orang Jawa. Orang Jawa itu makhluk ciptaan Allah yang paling spesial,” kata Cak Nun, dikutip Hops.id--jaringan Suara.com, Rabu (19/5/2021).

Karena hal itulah, menurut Cak Nun bangsa Yahudi di Israel takut dengan orang Jawa. Hal itu menurutnya terlihat dari sejumlah tempat di negara zionis tersebut yang memakai nama Jawa.

“Makanya Israel takut banget sama orang Jawa, semua tempatnya dikasih nama Jawa. Ibu Kotanya Jaffa Tel Aviv. Semua kantor-kantor di Israel, pakai kata Jaffa semua, karena mereka tahu, saat mereka dikalahkan kekuatan-kekuatan baru, maka perlindungannya ke sini,” ujar dia.

Tak hanya itu, Cak Nun juga mengungkapkan bahwa bangsa Yahudi di Israel masih kalah licik apabila dibandingkan dengan masyarakat Jawa.

Hal tersebut lantaran, kata Cak Nun, Israel hanya berani membohongi AS dan organisasi dunia seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa, sementara orang Jawa sudah berani menipu malaikat.

“Yahudi takut sama orang sini (Jawa), soalnya selicik-liciknya orang Yahudi di Israel, masih lebih licik orang Jawa. Selicik-liciknya Yahudi, paling ngebohongin PBB, Pentagon, atau Washington. Nah kalau orang Jawa, ngebohongin malaikat juga berani,” ungkap Cak Nun.

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama