Bukan Agama, Konflik Palestina-Israel Jauh Lebih Rumit, Ini yang Sebenarnya Terjadi


Guru Besar Hukum Internasional UI, Hikmahanto Juwana menegaskan bahwa konflik Palestina dan Israel bukanlah konflik agama, melainkan sesuatu yang sangat kompleks.




"Banyak pihak di Indonesia menyederhanakan konflik Palestina Israel sebagai konflik agama. Padahal konflik yang terjadi sangat kompleks, multi dimensi dan tidak bisa dilihat hitam putih," ujar Hikmahanto Juwana, dikutip dari Antara, Kamis (20/5/2021).

Konflik tersebut "disuburkan" oleh berbagai kepentingan sejumlah politik, mulai dari orientasi politik hingga ideologi. Konflik tersebut juga malah dimanfaatkan oleh elemen tertentu di dalam negara.

Pada akhirnya, publik sebagian besar hanya berselisih mengenai siapa yang harus dibela, padahal korban sipil dari kedua belah pihak terus berjatuhan, terutama wanita dan anak-anak.



Karena itu, Rektor Universitas Jenderal A Yani ini berharap semua pihak tidak mengedepankan kepentingan dan orientasi politik bahkan ideologi.


"Adapun yang harus dikedepankan adalah kekerasan harus diakhiri demi kemanusiaan. Demi kemanusiaan harus ada de-eskalasi penggunaan kekerasan oleh pihak-pihak yang bertikai," kata dia.

Kemenkes Palestina melaporkan sekitar 198 warga Palestina tewas akibat serangan Israel. Lebih dari 1.235 orang juga terluka dan puluhan bangunan hancur atau rusak.





Sementara, di pihak Israel ada 12 warga yang tewas dan 300 orang terluka. Perdebatan mengenai Israel dan Palestina dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB juga tidak memberikan hasil yang nyata.
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama