Viral Cabai Diduga Dicat di Banyuwangi, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

 


Warga Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi dikagetkan dengan temuan cabai yang diduga dicat warna oranye. Cabai tersebut dicurigai mengandung cat setelah digoreng, warnanya menjadi luntur. Peristiwa tersebut menjadi viral usai direkam dalam video dan diunggah di media sosial.

"Peristiwa terjadi di hari Kamis, 18 Maret 2021 dua warga membeli cabai ke pedagang, dengan harga per ons Rp 11 ribu. Diketahui cat luntur saat cabai digoreng. mengetahui hal tersebut, anak mendokumentasikan dan membuat viral di medsos," ujar Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin, Senin sore (23/3/2021).

1. Belum temukan tersangka

Viral Cabai Diduga Dicat di Banyuwangi, Polisi Periksa Sejumlah SaksiPedagang sayur di pasar tradisional Jenggawah, Jember. IDN Times/Mohamad Ulil Albab

Arman mengatakan, saat ini polisi sedang memeriksa sejumlah saksi mulai dari pedagang, pembeli, perekam dan yang menguggah video ke media sosial.

"Saksi sudah diperiksa sejak tanggal 21 Maret, memeriksa 4 orang saksi, penjual, 2 pembeli dan perekam video. Kami belum menemukan tersangka, karena harus mendapatkan bukti materil," ujar Arman.

2. Tidak semua cabai berwarna oranye

Viral Cabai Diduga Dicat di Banyuwangi, Polisi Periksa Sejumlah SaksiHarga cabai terus naik dalam sepekan terakhir. IDN Times/Mohamad Ulil Albab

Polisi juga telah mengirimkan sempel cabai yang diduga dicat ke laboratorium untuk mengetahui kandungnya. Cabai berwarna oranye tersebut dibeli warga Purwoharjo di pedagang sayur keliling. Pedagang tersebut, kata Arman, membawa 9 ons cabai.

"Membawa 9 ons, kemudian yang satu ons bermasalah, dan 6 ons laku tidak masalah. Dari satu ons yang bermasalah, ada sekitar setengah yang berwarna oranye, tidak semua," jelasnya.

3. Tindakan itu bisa merugikan petani

Viral Cabai Diduga Dicat di Banyuwangi, Polisi Periksa Sejumlah Saksiilustrasi komoditas cabai di pasar tradisional. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani juga angkat bicara dalam kegaduhan temuan cabai yang diduga dicat. Upaya tersebut diyakini bukan dari petani cabai, namun hanya dari pihak yang ingin mengambil keuntungan dari mahalnya harga cabai saat ini.

"Terkait viral ada cabai dicat, kami yakin itu hanya oknum yang ingin mengambil keuntungan. Jika itu benar, kita semua menyesalkan. Kita percayakan proses penyelidikannya ke pihak kepolisian," kata Ipuk.

Menurut Ipuk, selain merugikan konsumen, tindakan itu akan merugikan para petani dan pelaku usaha cabai di Banyuwangi. Mengingat Banyuwangi sebagai salah satu sentra cabai di Indonesia.

"Sebenarnya tidak perlu melakukan hal tersebut, produksi cabai di Banyuwangi sangat berlimpah. Kami yakin, ini hanya kelakuan oknum. Petani Banyuwangi sangat dirugikan dengan tindakan itu. Dan saya yakin itu bukan tindakan petani, karena tidak mungkin petani melakukan hal yang merugikan dirinya sendiri," kata Ipuk.

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama