Tak Disangka, Sukses Jadi Wapres & Panglima ABRI, Try Sutrisno Dulu Jualan Rokok

 


Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno merupakan mantan Wakil Presiden RI ke enam periode 1993-1998. Try mantap berkarier di bidang militer mengabdikan dirinya pada negeri.

Mental kuat yang ada pada Try berasal dari berbagai pengalaman masa lalu. Try harus menjadi tulang punggung keluarga.

Berbagai pekerjaan dijalani demi mendapatkan pundi-pundi rupiah. Mulai dari berjualan rokok, koran, hingga pembersih sepatu.

Seperti apa kisahnya? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Jadi Tulang Punggung

Tumbuh di situasi wilayah yang tak kondusif membuat Try beserta keluarga harus mengungsi dari kota kelahiran Surabaya ke Mojokerto. Di sana, ia harus banting tulang.

Kala itu, sang ayah diketahui tengah berjuang dan bergabung menjadi Bagian Kesehatan Batalyon Poncowati di Kediri. Mau tak mau, Try harus menjadi tulang punggung keluarga bagi ibu dan adiknya dengan berjualan koran dan rokok.

"Saya enterpreneurship tanpa modal waktu itu. Apa usaha yang tanpa modal? Saya berjualan air bersih pakai kendi. Sampai akhirnya bertahap meningkat berjualan koran di kereta api dan meningkat berjualan rokok," kata Try saat memberikan kultum ‘Empat Negarawan Berbicara Mengenai Filosofi Hidup, Resep Sukses, Etos Kerja, dan Ilmu Kepemimpinan’, Minggu (17/5/2015).

Pembersih Sepatu & Pengantar Makanan

Tak berselang lama, Mojokerto akhirnya berhasil diduduki Belanda. Tak berpikir dua kali, Try lantas pindah ke Kediri, menyusul sang ayah.

Tak hanya menjadi penjual rokok dan koran, Try juga menyambung hidup dengan bekerja sebagai pesuruh di Batalyon Poncowati sebagai pembersih sepatu dan pengantar makanan.

©2019 Merdeka.com/Purnomo Edi

Setelah itu, ia juga bekerja sebagai kurir sekaligus anggota PD (penyelidik dalam) dengan tugas mencari informasi ke daerah pendudukan Belanda dan menyampaikannya kepada pejuang kemerdekaan.

"Saya diperintahkan membawa dokumen yang harus melewati garis batas antara Indonesia dan Belanda. Saat usia saya yang masih kecil itu, saya sudah punya siasat, tidak mungkin saya lewat jalan besar karena pasti tertangkap. Akhirnya saya putuskan dengan menyusuri sawah," paparnya.

Mengabdi Pada Negeri

Lulus dari SMA, Try mendaftar ATEKAD (Akademi Teknik Angkatan Darat). Namun, Try gagal saat pemeriksaan fisik.

Meski demikian, kemampuan serta kerja kerasnya selama itu tetap berbuah manis. Ia dilirik oleh Mayor Jenderal GPH Djatikusumo hingga memanggilnya kembali. Ia lulus pemeriksaan psikologis di Bandung dan diterima.

Karier Militer

Awal berkarier di dunia militer, Try Sutrisno langsung dihadapkan dengan pemberontakan PRRI di Sumatera. Berhasil menumpas gerakan separatis, ia lantas dikirim ke Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad).

Instagram/@kodamsiliwangi ©2021 Merdeka.com

Tak lama, ia terpilih sebagai ajudan Presiden Soeharto. Sejak itu, kariernya terus melesat. Try pernah didapuk menjadi Kepala Staf Kodam XVI/Udayana, Panglima Kodam IV/Sriwijaya, Panglima Kodam V/Jaya, Wakil Kasad, Kasad, serta Panglima ABRI sebelum menjabat sebagai Wakil Presiden RI.

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama