Soal Kandungan Babi di Vaksin, DPR: Bisa Turunkan Kepercayaan Publik

 


Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa vaksin COVID-19 AstraZeneca haram karena mengandung babi. Namun vaksin itu masih bisa digunakan dalam keadaan darurat.

Menanggapi hal tersebut Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher khawatir pernyataan MUI itu bisa berdampak pada turunnya kepercayaan masyarakat terhadap vaksin.

"Sebelum adanya temuan ini, sudah banyak masyarakat yang tidak percaya dengan vaksin. Pernyataan MUI bahwa vaksin AstraZeneca tetap dapat digunakan meski mengandung babi, tetap saja akan mempengaruhi kepercayaan sebagian besar masyarakat " ujar Netty dalam keterangan tertulis yang diterima IDN Times, Selasa (23/3/2021).

1. Pemerintah punya pekerjaan rumah untuk meyakinkan masyarakat soal keamanan vaksin

Soal Kandungan Babi di Vaksin, DPR: Bisa Turunkan Kepercayaan PublikVaksinasi sopir dan driver ojek online di Tangerang (ANTARA FOTO/Fauzan)

Selain soal kandungan babi, Netty menilai pemerintah juga masih punya pekerjaan rumah untuk meyakinkan msyarakat soal keamanan vaksin AstraZeneca. Beberapa negara sudah menunda penggunaan vaksin tersebut karena takut dengan efek samping yang ditimbulkan.

"Ini juga akan jadi PR besar bagi pemerintah untuk meyakinkan masyarakat agar bisa percaya dan mau divaksinasi. Sangat penting bagi pemerintah untuk mengedepankan transparansi agar masyarakat bisa benar-benar percaya" katanya.

2. Bio Farma telah mendistribusikan vaksin AstraZeneca ke beberapa provinsi Indonesia

Soal Kandungan Babi di Vaksin, DPR: Bisa Turunkan Kepercayaan PublikVaksin Astrazeneca ( ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

PT Bio Farma melaporkan bahwa vaksin COVID-19 AstraZeneca sudah mulai didistribusikan ke beberapa provinsi di Indonesia sejak Sabtu 20 Maret 2021. Vaksin tersebut merupakan hasil kerja sama multilateral antara Pemerintah Republik Indonesia (RI) dengan Covax atau GAVI yang tiba di Indonesia pada 8 Maret 2021 yang lalu.

"Mengenai target dan rencana pendistribusian vaksin AstraZeneca dalam kemasan multidose, sepenuhnya adalah wewenang dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Bio Farma melaksanakan pendistribusian mengikuti arahan dari Kemenkes meliputi provinsi tujuan, jumlah vial yang didistribusikan, serta kapan waktu pengirimannya," kata Head of Corporate Communication Bio Farma Iwan Setiawan, melalui keterangan tertulis yang diterima IDN Times pada Senin (22/3/2021).

3. Sebanyak 5 ribu vial vaksin AstraZeneca telah didistribusikan ke Jakarta

Soal Kandungan Babi di Vaksin, DPR: Bisa Turunkan Kepercayaan PublikVaksin Astrazeneca ( ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

Ia menjelaskan bahwa, vaksin COVID-19 AstraZeneca pertama didistribusikan ke Jawa Timur sebanyak 45.00 ribu vial. Selanjutnya, distribusi juga dilakukan ke Bali dan NTT masing-masing sebanyak 5.000 ribu vial.

“Untuk hari ini (22/3/2021) pengiriman AstraZeneca kembali dilaksanakan dengan tujuan Provinsi DKI Jakarta, Kepulauan Riau dan Sulawesi Utara masing - masing 5.000 vial," katanya.

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama