Snack Video Diblokir, Pengguna Heboh Koin dan Uang Dikumpulkan Hilang, Video Tak Bisa Ditonton

 


Snack Video, aplikasi media sosial berbasis video pendek sama seperti TikTok ini akhirnya diblokir.

Sejumlah pengguna Snack Video mengeluhkan gangguan yang terjadi pada aplikasi di kolom komentar akun Instagram @Snack_video_Indonesia Selasa, (2/3/2021) malam.

Para pengguna mengeluh aplikasi Snack Video tidak bisa dibuka muncul tulisan internet positif.

Adapun pengguna lain yang mengeluhkan saldo yang mereka kumpulkan hilang sudah tidak bisa ditampilkan.

Saat Tribun menjajal aplikasi Snack Video, pada tampilan utama video tidak muncul hanya loading gambar layar bewarna hitam.

Tak lama berselang muncul bertuliskan 'Kesalahan tidak diketahui. Silakan coba lagi nanti...'

Diberitakan sebelumnya, satgas waspada investasi (SWI) mengatakan bahwa dua aplikasi tengah viral yakni Snack Video dan Tiktok Cash itu Ilegal.

Kedua aplikasi itu pun masuk daftar entitas yang diblokir SWI.

Menurut Ketua SWI Tongam L Tobing, Snack Video diblokir karena belum terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) di Kementerian Kominfo.

Aplikasi tersebut juga dinyatakan tidak memiliki badan hukum dan izin di Indonesia.



"Kami sudah bahas dengan pengurus Snack Video dan tedapat kesepakatan untuk menghentikan kegiatannya sampai izin diperoleh," kata Tongam.

Sementara TikTok Cash diblokir setelah diketahui menawarkan uang kepada pengguna hanya dengan cara menonton video di aplikasi.

Mekanisme seperti ini merupakan skema money game atau permainan uang yang berpotensi merugikan pengguna.

"Kami telah meminta Kementerian Kominfo untuk menghentikan aplikasi TikTok Cash yang berpotensi merugikan masyarakat," kata Tongam dalam siaran pers, Senin (1/3/2021).

Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap penawaran yang seolah memberi keuntungan mudah, namun, berpotensi merugikan pengguna.

Selain Snack Video dan TikTok Cash, SWI juga memblokir sejumlah entitas lain.

Adapun rincian 28 entitas yang dihentikan, antara lain 14 Kegiatan Money Game, 6 Crypto Aset, Forex dan Robot Forex tanpa izin,

3 Penjualan Langsung/Direct Selling tanpa izin, 1 Equity Crowdfunding tanpa izin, 1 Penyelenggara konten video tanpa izin, 1 Sistem pembayaran tanpa izin, dan 2 Kegiatan lainnya.



Editor: M. Syah Beni

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama