Perjuangan Hidup Bocah Penjual Kerupuk Bantu Orangtua Biayai Sekolah, Penuh Keharuan

 


Seorang bocah laki-laki dari Kota Solo, Jawa Tengah, harus berjuang demi membantu kondisi perekonomian keluarga. Begitu mulia, ia rela berjualan kerupuk agar dapat membantu biayai dan membeli perlengkapan sekolah.

Diketahui bocah ini memang berasal dari keluarga kurang mampu. Sehingga, di usianya masih 14 tahun ia juga harus berjuang untuk mencari uang.

Ingin tahu kisah haru perjuangan hidup bocah penjual krupuk satu ini? Berikut ulasannya.

Jualan Kerupuk Karak

Rizky (14) berjualan kerupuk karak guna menambah rezeki.



Instagram/@kitabisacom ©2021 Merdeka.com

Tiap harinya, Rizky menjual kerupuk karaknya di sekitaran Hotel Tosan Solo Baru (Solo) seperti dijelaskan dalam akun Instagram @kitabisacom. Bukan tanpa alasan, Rizky berjualan kerupuk karak juga untuk membeli sebuah handphone baru untuk belajar daring karena selama ini ia masih harus sering bergantian dengan adiknya.

Ingin Bantu Ringankan Beban Orangtua Biayai Sekolah

Rizky diketahui berasal dari keluarga kurang mampu. Ayahnya merupakan seorang sopir truk, sedangkan ibunya hanya menjadi seorang buruh pabrik karak.



Instagram/@kitabisacom ©2021 Merdeka.com

Penghasilan keduanya pun hanya cukup digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan biaya sekolah keempat anaknya. Dengan begitu, Rizky mencoba untuk meringankan beban keluarga.

Hanya Dapat Untung Rp20 Ribu Jika Laku Keras

Berbekal sepeda kayuhnya, Rizky mengelilingi beberapa tempat demi menjajakan kerupuk karak yang dijual seharga Rp2 ribu per bungkus itu. Kalau pun kerupuknya laku keras, Rizky juga hanya mendapatkan untung tidak seberapa.



Instagram/@kitabisacom ©2021 Merdeka.com

Apabila laku keras, kerupuk yang bisa terjual hingga 40 bungkus itu akan membuat Rizky mendapat untung hanya Rp20 ribu.

Tak Ingin Putus Sekolah Demi Raih Cita-Cita

Rizky pun merupakan salah satu generasi penerus bangsa yang memiliki cita-cita. Ia bercita-cita sebagai seorang arsitek.



Instagram/@kitabisacom ©2021 Merdeka.com

Dengan begitu, ia sangat-sangat tidak ingin pada nantinya putus sekolah lantaran terkendala biaya. Dengan penuh perjuangan, ia berjualan kerupuk demi bisa terus bersekolah dan meraih cita-cita.

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama