Peringkat Irene Sukandar Ternyata Lebih Tinggi Ketimbang GothamChess

 


Wajar kalau Irene Sukandar menang mudah atas Dewa Kipas alias Dadang Subur dalam duel yang disiarkan langsung di YouTube Deddy Corbuzier, Close The Door, Senin (22/3/2021). Sebab, peringkat Irene di klasemen Federasi Catur Dunia (FIDE), ternyata memang lebih tinggi ketimbang GothamChess alias Levy Rozman.

Dari data yang dikumpulkan IDN Times, Levy menempati peringkat 3.596 dari seluruh pemain aktif di dunia. Sementara, peringkatnya di antara seluruh pemain yang terdaftar di FIDE, ada pada posisi 5.653.

Irene ada di peringkat 1.928 dari seluruh pecatur aktif. Sedangkan, dia menempati posisi 2.664 dari seluruh pecatur yang terdaftar di FIDE.

1. Tak usah heran, karena Irene lebih jago

Peringkat Irene Sukandar Ternyata Lebih Tinggi Ketimbang GothamChess Dewa Kipas alias Dadang saat hadapi GM Irene Sukardi (YouTube/Deddy Corbuzier)

Dengan fakta tersebut, tak heran kalau Irene menang tiga ronde secara beruntun dan memaksa Dewa Kipas menyerah.

Secara level pula, Dewa Kipas sejatinya belum menyamai Irene. Dua komentator yang dihadirkan, Susanto Megaranto dan Chelsie Monica, menyatakan level Dewa Kipas baru sebatas nasional.

"Saya sepakat dengan pendapat dua rekan di pelatnas. Saya cukup nyaman bermain melawan bapak Dadang," ujar Irene.

2. Dewa Kipas akui level Irene yang tinggi

Peringkat Irene Sukandar Ternyata Lebih Tinggi Ketimbang GothamChess Dewa Kipas vs Irene Sukandar (Youtube.com/Deddy Corbuzier)

Dewa Kipas alias Dadang Subur juga mengakui level Irene yang ada di atasnya. Permainan apik yang ditunjukkan Irene, membuat Dadang kewalahan.

"Pertahanannya kokoh dan membuat saya tak memiliki peluang sama sekali untuk menembusnya," ujar Dadang.

3. Dalih dari kekalahan

Peringkat Irene Sukandar Ternyata Lebih Tinggi Ketimbang GothamChess Dewa Kipas vs Irene Sukandar (Youtube.com/Deddy Corbuzier)

Alasan kalah dari Irene, disebutkan Dadang, karena tak terbiasa main 10 menit. Dadang berdalih, biasa main secara partai atau dalam waktu yang lama.

Dengan demikian, dia punya waktu berpikir yang panjang, tak seperti saat main lawan Irene.

Lewat aturan 10 menit, Dadang kerap melakukan blunder fatal dan akurasinya berada di bawah 40 persen.

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama