Kisah Anak Tukang Becak Kejar Gelar Doktor ke Inggris, Inspiratif!

 


Apakah kamu pernah mendengar kisah viral tahun 2014 tentang anak tukang becak yang berhasil menjadi lulusan terbaik di UNNES Semarang? Dialah Raeni, perempuan kelahiran 1993 yang kini tengah menempuh pendidikan doktoral.

Dalam Fair & Lovely Bintang Beasiswa 2020 Media Conference, Jumat (4/9/2020), Raeni membagikan kisah inspiratifnya untuk mengejar pendidikan setinggi mungkin. Berikut pemaparannya!

1. Mendapatkan beasiswa S1 Akutansi di Universitas Negeri Semarang (UNNES) dan memperoleh gelar Cumlaude dengan IPK 3,96

Kisah Anak Tukang Becak Kejar Gelar Doktor ke Inggris, Inspiratif!instagram.com/raeni_raeni

Sebagai anak dari tukang becak, bisa berkuliah tinggi hingga ke luar negeri sebelumnya tak pernah terpikirkan oleh Raeni. Namun, ia memiliki keyakinan bahwa pendidikan lebih tinggi dapat mengangkat taraf hidupnya dan keluarganya. Oleh karena itu, berusaha menempuh pendidikan lewat jalur beasiswa.

"10 tahun yang lalu, keluarga saya memiliki keterbatasan karena bapak saya tukang becak. Namun saya mendapatkan peluang menempuh pendidikan sarjana lewat beasiswa," cerita Raeni pada Jumat (4/9/2020).

Perjuangannya pun tak sia-sia. Ia berhasil meraih beasiswa untuk menempuh S1 Akutansi di Universitas Negeri Semarang (UNNES). Gak hanya itu, pada akhirnya Raeni berhasil lulus sebagai lulusan terbaik dengan IPK 3,96. 

2. Tahun 2015 kembali mendapat beasiswa untuk melanjutkan S2 di University of Birmingham, Inggris. Lagi, ia berhasil memperoleh gelar Cumlaude

Kisah Anak Tukang Becak Kejar Gelar Doktor ke Inggris, Inspiratif!instagram.com/raeni_raeni

Setelah berhasil lulus S1, Perempuan asal Kendal, Jawa Tengah ini mencoba kembali meneruskan pendidikannya. Ternyata, niatnya berkuliah di Inggris bermula dari obrolan singkat dengan temannya saat sedang belajar bersama.

"Saya ingat waktu itu saya sedang belajar dan makan bersama dengan teman sekitar 8 tahun yang lalu. Teman saya berkata bahwa dia ingin kuliah di Inggris. Dari obrolan singkat itu, saya juga terinspirasi untuk kuliah di Inggris," ceritanya.

Lagi-lagi, ia pun berhasil meraih beasiswa S2 di University of Birmingham, Inggris tahun 2015. Kemudian pada Desember 2016, ia kembali lulus dan meraih gelar Cumlaude. 

Lantas setelah menyelesaikan S2, Raeni kembali ke Indonesia dan mengabdi pada almameternya sebagai dosen Pendidikan Ekonomi konsentrasi Pendidikan Akuntansi UNNES. Tak hanya itu, ia juga mengisi berbagai seminar yang berkaitan dengan pendidikan, mahasiswa global, dan ekonomi.

3. Kini melanjutkan perkuliahan doktoral melalui program beasiswa di universitas yang sama


Kisah Anak Tukang Becak Kejar Gelar Doktor ke Inggris, Inspiratif!instagram.com/raeni_raeni

Telah berhasil meraih gelar S2 dan keluar dari keterbatasan finansial gak membuat Raeni berhenti belajar. Pada tahun 2019, ia kembali mengambil kesempatan untuk melanjutkan kuliahnya ke jenjang S3 di University of Birmingham, Inggris.

"2019 juga ada kesempatan lagi untuk S3. Kalau kita punya impian itu, pasti selalu ada jalan untuk menuju ke sana. Semua kesempatan itu saya pakai untuk meningkatkan diri saya untuk tumbuh dan berkembang," papar Raeni.

Selama kuliah, ia pun turut aktif berbagi ilmu melalui berbagai aktivitas seperti menjadi Asisten Pengajar untuk Modul Audit di Birmingham Business School pada tahun 2019 lalu. Ia juga masih aktif sebagai dosen Akuntansi di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang (UNNES) hingga bulan Desember 2020 mendatang.

Baca Juga: Kisah Sukses 3 Mahasiswa Papua yang Melanjutkan Studi di New Zealand

4. Selalu aktif berkontribusi menjadi kunci kesuksesannya dalam mengejar pendidikan setinggi-tingginya

Kisah Anak Tukang Becak Kejar Gelar Doktor ke Inggris, Inspiratif!Raeni, M. Sc dalam Fair & Lovely Bintang Beasiswa 2020 Media Conference. 4 September 2020. IDN Times/Klara Livia

Dari berbagai kisah suksesnya, Raeni merasa aktif berkontribusi menjadi kunci penting dirinya untuk selalu mendapat kesempatan baru. Ia pun mengajak pelajar untuk mau selalu berkontribusi dengan caranya sendiri.

"Kita harus being known. Itu lebih kepada, kita mau berkontribusi terhadap sesama, sehingga sekitar kita pun juga menyadari keadaan kita. Bangun koneksi dengan dosen, senior, dan teman-teman. Ikut berpartisipasi dalam forum akademik maupun non akademik," kata dia.

5. Raeni mengajak pemuda dan pemudi Indonesia untuk kejar pendidikan setinggi mungkin terlepas keterbatasan kita

Kisah Anak Tukang Becak Kejar Gelar Doktor ke Inggris, Inspiratif!Fair & Lovely Bintang Beasiswa 2020 Media Conference. 4 September 2020. IDN Times/Klara Livia

Raeni berhasil membuktikan bahwa keterbatasan finansial gak menghalanginya untuk menempuh pendidikan setinggi mungkin. Dari sini, ia pun percaya bahwa niat dan usaha yang kuat bakal mengalahkan keterbatasan kita.

"Kita semua diciptakan Tuhan memiliki potensi terbaik, tidak peduli akan latar belakang kita. Tentunya kondisi finansial itu tantangan besar, namun saya percaya banyak support yang tak terhingga untuk membantu saya. Kita harus berusaha dan berdoa, nanti universe akan mendukung," tutupnya.

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama