Jauh dari Kesan Angker, TPU di Depok Punya Taman hingga Jogging Track

 


Makam biasanya menjadi area yang memiliki kesan menyeramkan. Namun, berbeda dengan Tempat Pemakaman Umum Islam (TPUI) Muara Benda, Kampung Mampangan RW9, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji, Kota Depok.

TPUI yang berada tidak jauh dari aliran Sungai Ciliwung menjadi lokasi bermain anak dan tempat berkumpul warga.

Area pemakaman yang memiliki luas sekitar 2.800 meter dan telah diisi sekitar 700 makam, disulap menjadi area yang disenangi warga maupun anak. Hal itu dikarenakan di area pemakaman telah dibuatkan taman yang memberikan kesan nyaman kepada warga yang tinggal di sekitar maupun para peziarah.  

1. Dibangun sejak 2020, menghilangkan kesan menakutkan

Jauh dari Kesan Angker, TPU di Depok Punya Taman hingga Jogging TrackSejumlah anak sedang bermain di taman TPUI Muara Benda, Kampung Mampangan RW9, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji, Kota Depk. (IDNTimes/Dicky)

Ketua RW 9, Kelurahan Kemirimuka, Andri Yudisprana mengatakan, mengubah makam dengan membuat taman berawal dari niatannya bersama warga dan pengurus makam, untuk memberikan kesan nyaman kepada warga yang berziarah. Untuk itu dibuatkan taman di tengah makam dengan cara gotong royong warga.

"Kita buatkan taman sehingga keluarga peziarah nyaman saat mendoakan keluarganya yang dimakamkan di sini," ujar Andri, Senin (23/3/2021).

Namun lambat laun, Andri tergerak membuat area makam bukan hanya sekadar nyaman namun dapat menjadi ruang interaksi warga. Apalagi makam identik dengan kesan seram dan angker sehingga apabila malam hari warga selalu menghindari jalan yang berada di dekat makam.

"Coba berpikir untuk menghilangkan kesan seram menjadi lokasi yang diminati warga untuk berkumpul atau sekedar berinteraksi," kata Andri.

2. Dijadikan tempat anak bermain dan berolahraga

Jauh dari Kesan Angker, TPU di Depok Punya Taman hingga Jogging TrackWarga yang sedang melintasi area TPUI Muara Benda, Kampung Mampangan RW9, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji, Kota Depok. (IDNTimes/Dicky)

Andri menuturkan, taman pemakaman dibangun menggunakan anggaran swadaya masyarakat. Hingga saat ini anggaran yang sudah digunakan sebesar Rp170 juta yang digunakan untuk membuat taman, jogging track, area parkir, tempat duduk, dan akan dibuatkan tempat wudu. Setelah dibangun, tidak sedikit anak kecil bermain di area makam yang dahulunya tidak ada anak yang berani bermain di area tersebut.

"Sekarang setelah dibuatkan taman anak di lingkungan sekitar bermain di area makam," terang Andri.

Lanjutkan membaca artikel di bawah

Bahkan, lanjut Andri, pada saat penerapan Pembelajaran Jarak Jauh yang menggunakan jaringan internet, anak menjadikan taman pemakaman sebagai lokasi PJJ. Hal itu dikarenakan, area taman merupakan lokasi yang terbuka sehingga tidak menganggu jaringan internet saat anak mengikuti PJJ.

"Kalau pagi taman pemakaman ada beberapa anak mengikuti PJJ," kata Andri.

Andri menuturkan, selama pandemi COVID-19 banyak warga menjadikan lokasi taman pemakaman sebagai lokasi olahraga maupun berjemur. Hal itulah yang mendorong pihaknya untuk membuatkan jogging track guna memberikan fasilitas sarana olahraga di tengah pemakaman.

"Wilayah kami kan berada di Margonda yang minim sarana olahraga, jadi kami hadirkan sarana olahraga jogging track di tengah makam," ujar Andri. 

3. Sediakan lampu tenaga surya, berencana pasang CCTV dan internet

Jauh dari Kesan Angker, TPU di Depok Punya Taman hingga Jogging TrackKetua RW9, Andri membersihkan area TPUI Muara Benda, Kampung Mampangan, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji, Kota Depok. (IDNTimes/Dicky)

Andri mengatakan, untuk pencahayaan di area pemakaman pihaknya telah memberikan lampu sebanyak 18 titik dan tiga titik lampu menggunakan tenaga surya. Penerangan tersebut, taman pemakaman di manfaatkan warga menjadi salah satu lokasi siskamling.

"Bahkan warga sampai jam tiga malam masih berada di taman pemakaman," ucap Andri.

Andri berencana, akan membuatkan jaringan WIFI untuk memasang CCTV maupun membantu anak mengikuti PJJ. Menurutnya, keberadaan internet akan membantu anak belajar secara online, sehingga mengurangi beban warga membeli kuota untuk anak mengikuti PJJ.

"Rencana itu pasti ada namun karena ini sifatnya swadaya kami berusaha mengumpulkan dana terlebih dahulu karena pembangunan ini belum mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kota Depok," kata Andri.

Andri menuturkan, apabila terdapat instansi pemerintah, pengusaha, maupun donatur lainnya yang ingin ikut membantu pengembangan taman pemakaman, dirinya selalu terbuka atas bantuan tersebut. Menurutnya, gerakan yang dilakukannya untuk kepentingan warga bukan kepentingan pribadi.

"Kalau ada yang mau membantu kami sangat mengapresiasi karena gerakan kami ini untuk kepentingan warga," tutur Andri.   

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama