Pesan Haru dan Rindu untuk Anak dari Seorang Ayah yang Kerja Jadi TKI



Faktor ekonomi, menjadi alasan seseorang yang ingin bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Ditambah tawaran gaji yang menggiurkan dan sulitnya mencari kerja di negeri sendiri, tawaran menjadi TKI pun dianggap menggiurkan.

Cara itulah yang ditempuh oleh bapak satu orang anak ini. Ia pergi merantau ke Brunei Darussalam untuk menafkahi anak dan istrinya. Selain itu, sang istri juga mengikuti jejaknya dengan bekerja sebagai TKI di HongKong. Ialah Fatoni yang berbagi kisahnya kepada Detikcom lewat program acara Harta Takhta Cerita.

ini ceritaku Fatoni, Madiun (sekarang TKI di Brunei). Rasa rindu yang amat sangat mengebu-gebu dalam hati, kepada anakku Fadly. Bapak tidak mengharapkan kita berjauhan, tidak berharap hidup kaya raya.

Maafkan bapak yang harus meninggalkanmu tanpa kasih sayang. Percayalah nak, berat sekali bapak melangkah jauh sampai ke negeri orang, tapi Insya Allah ini semua untuk masa depanmu nak. Dan untuk istriku tercinta yang juga sedang merantau di Hongkong, terima kasih sudah membantu mencari rezeki. Aku tahu ini bukan tugasmu, tapi karena sayang dan cintamu pada keluarga kecil kita kamu rela dan nekat merantau.

Teruntuk anakku Fadly dan istriku, terima kasih karena telah menyayangi bapak tanpa batas. Hanya doa terbaik untuk kalian berdua yang mampu bapak berikan untuk kalian.

Semoga kita selalu saling menyayangi dalam hati karena terpisahkan jarak dan waktu. Dan semoga Tuhan cepat mengumpulkan kita dengan keadaan sehat dan bahagia.

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama