Derita jadi asisten rumah tangga, cewek ini salat di WC gegara majikan begini

 


Kisah menyedihkan sekaligus miris dialami oleh seorang wanita yang berprofesi sebagai asisten rumah tangga (ART), berdasarkan pengakuannya, ia kerap menunaikan ibadah salat di WC gara-gara majikannya.

Melalui akun jejaring media sosial TikTok miliknya, @miyaa221 menceritakan pengalaman pribadinya ketika ia bekerja di sebuah apartemen menjadi asisten rumah tangga.

Kisah menyedihkan sekaligus miris dialami oleh seorang wanita yang berprofesi sebagai asisten rumah tangga (ART), berdasarkan pengakuannya, ia kerap menunaikan ibadah salat di WC gara-gara majikannya.

Melalui akun jejaring media sosial TikTok miliknya, @miyaa221 menceritakan pengalaman pribadinya ketika ia bekerja di sebuah apartemen menjadi asisten rumah tangga.

Berdasarkan penuturan yang dijelaskan melalui penggalan kalimat pada video, tempat ia bekerja saat ini berada di sebuah apartemen yang ruangannya tak terlalu besar bahkan terbilang sempit.

Bayangkan saja, dengan total hanya dua ruangan kamar tidur dan terisi penuh oleh majikan dan anaknya, setiap hari ia harus tidur di atas sebuah sofa kecil dan keras. Tak jarang ketika ia bangun badannya merasa pegal-pegal seperti dipukul oleh seseorang.

“Mohon maaf buat semuanya, mau nanya aku kan kerja, boss kan tinggalnya di apartemen dan apartemennya itu kecil,” katanya Miya.

“Cuma ada dua kamar. Dia punya anak dua, kama satunya dipakai sama boss yang satunya anaknya. Aku tidur di depan TV, kadang tidur di lantai karena kalo tidur di sofa suka jatuh karena sofanya kecil, keras lagi. Setiap bangun tidur badan pada sakit semua kayak habis dipukulin,” sambungnya.

 


Kesedihannya tak sampai di situ, setiap malam ia harus tidur larut malam sekitar jam 11 dan 12, mengingat ia tidur di depan ruangan TV yang kerap ditempati majikan dan anak-anaknya.

Kemudian ia mengisahkan di mana setiap waktu salat tiba, ia jarang sekali untuk beribadah. Hal itu lantaran tak tersedianya ruangan untuk beribadah di apartemen milik majikannya.

“Tidurnya sampai jam 11 atau 12 malem karena nungguin mereka masuk kamar dulu baru bisa tidur, dan aku jarang sekali sholat. Selama aku kerja di sini, cuma shubuh yang bisa aku laksanakan karena enggak bisa dan bingung sholat dimana. Karena kalau sholatnya di ruang tamu depan TV enggak mungkin karena mereka duduk di sana,” ujar Miya.

Setelah berpikir dan menemukan berbagai cara untuk bisa melaksanakan ibadah salat, Miya memutuskan untuk mengalah dengan melakukan ibadah di dalam sebuah WC.


 

Meski ia mengakui bahwa tempat tersebut dilarang dan tak layak, mau tidak mau, ia harus melakukannya lantaran tak ingin meninggalkan salat.

Ketika waktu salat tiba, ia langsung menuju ke kamar mandi alias WC, lalu membersihkannya telebih dahulu. Bila dirasa sudah bersih, ia menggelar sajadah berlapis selimut di bawahnya lalu menunaikan salat.

“Jadi aku berpikir, kalau gini terus aku pasti enggak bisa sholat pasti bakal tinggal terus sholatnya,” tuturnya.

 

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama