Kisah Irfan, 5 Orang Keluarganya Jadi Penumpang di Sriwijaya Air

 


Duka keluarga dari penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh pada Sabtu (9/1/2020) siang pukul 14.40 WIB. Salah satu kisah haru yang diungkapkan yakni dari Pak Irfan yang dikutip dari siaran TV pada Minggu (10/1/2020) siang.

Irfan adalah salah satu keluarga korban dari yang menjadi penumpang Sriwijaya Air SJ-182. Irfan menurturkan bahwa 5 orang anggota keluarganya menjadi penumpang dalam pesawat tersebut.

 

1. Irfan sempat mengantar sampai Bandara Soekarno-Hatta

1. Irfan sempat mengantar sampai Bandara Soekarno-Hatta
Unsplash/chuttersnap

Salah satu anggota keluarga korban, Irfan menceritakan kisah pilu di mana kecelakaan pesawat ini merenggut nyawa 5 orang keluarganya.

"Ibu, bapak, adik, anaknya adik dan keponakan. (Semuanya) ada 5 orang," tutur Irfan dalam keterangan di TV, Minggu (10/1/2021) siang.

Diceritakannya keluarganya itu pertama kali dijadwalkan berangkat pukul 7.00 WIB menggunakan pesawat NAM Air. Namun, jadwalnya di geser ke Sriwijaya Air pada 13.30 WIB.

Irfan menyebut ia sempat mengantar keluarganya ke Bandara Seokarno-Hatta dan berpamitan langsung.

"Itu saya sendiri yang mengantar keluarga ke Bandara dari Bandung. Kami menginap sehari di Jakarta, siangnya kami berangkat ke bandara. Saya juga yang ngurusin check-in-nya, bagasinya bahkan semuanya sudah beres baru orangtua saya masuk ke ruang tunggu keberangkatan," jelas Irfan.

2. Tak ada firasat khusus yang sempat terlintas dalam benak Irfan

2. Tak ada firasat khusus sempat terlintas dalam benak Irfan
Youtube.com/Official iNews

Mengenai firasat khusus akan kehilangan keluarganya, Irfan menyebut tak merasakan hal-hal yang luar biasa.

Ia pun tidak menangkap gelagat mencurigakan. Namun, Papanya yang tidak biasa salat dijamak (digabung) tiba-tiba ingin melakukan salat dijamak di bandara.

"Kalau firasat sebenernya nggak ada, tapi bapak sebelum berangkat bertanya ke saya. Jadi beliau itu kalau salat jarang digabung (jamak) tiba-tiba beliau nanya, 'boleh nggak ya bapak jamak salat'. terus saya bilang 'boleh pak, soalnya bapak nggak tahu nyampe Pontianaknya jam berapa', begitu," jelas Irfan sembari menangis.

Ia mengungkapkan, keluarga di Pontinanak juga sudah ada yang bersiap-siap untuk menjemput ketika 5 orang keluarganya itu mendarat di Bandara Supadio. Tangis Irfan pun pecah sambil mengenang yang baru saja terjadi pada kelima anggota keluarganya.

 

3. Pulang ke Pontianak setelah liburan di Bandung

3. Pulang ke Pontianak setelah liburan Bandung

Keluarga Irfan bertolak ke Pontianak setelah melakukan liburan di Bandung bersama dirinya. Tak menyangka jika liburan yang bahagia ini menjadi kebersamaan terakhir Irfan dengan keluarganya.

"Mereka (ke Pulau Jawa) liburan, mereka berkunjung ke rumah saya di Bandung. Mereka (naik pesawat) kembali pulang ke Pontianak," tuturnya. 

Irfan menyebut hingga Minggu (10/1/2021) siang belum ada informasi yang jelas mengenai keluarganya.

"Kami menunggu dari hasil tim Basarnas dan yang lain. Saya sudah datang ke Crisis Centre di Bandara Sokarno-Hatta, kemarin (Sabtu, 9/1/2021) stay sampai jam 10 malam. Sebentar lagi saya akan ke RS Polri untuk konfirmasi," jelasnya. 

Irfan menyebut komunikasi terakhirnya dengan keluarga adalah saat di Bandara Soekarno-Hatta saat mengurus keperluan untuk lepas landas.

"Seperti nggak percaya dan ini sangat cepat sekali. Kami ngumpul di bandara saya yang ngurus semuanya mereka menunggu. Kami bersalaman, berpamitan, itulah komunikasi terakhir saya ke Ibu, bapak, adik dan anggota keluarga yang lain," pungkasnya.

 

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama