Bangganya Penjual Es Gabus di Surabaya Biayai Anak hingga Sarjana

 


Surabaya
- Kegigihan penjual es gabus atau es roti di Surabaya tidak sia-sia. Ia bisa menyekolahkan anaknya hingga ke perguruan tinggi.

Penjual es gabus itu yakni Sutowo (64), warga Kelurahan Warugunung, Kecamatan Karangpilang, Surabaya. Sejak tahun 90an hingga kini, ia masih bertahan berjualan es gabus.

Setiap hari, pria kelahiran Blora, Jawa Tengah itu berjualan menggunakan sepeda angin. Saat ditemui detikcom, Sutowo yang murah senyum itu mengaku mensyukuri jalan hidupnya sebagai penjual es gabus.

"Kan rezeki yang menentukan Allah. Kadang orang memburu rezeki, tapi tidak memburu yang memberi rezeki," kata Sutowo kepada detikcom, Kamis (27/8/2020).

Dalam sehari, rata-rata ia membawa pulang penghasilan kotor Rp 100 ribu. "Iya semuanya," ungkap Sutowo.

Menurut Sutowo, sebelum istrinya yang merupakan buruh pabrik meninggal, mereka berdua bekerja keras menyekolahkan anak semata wayangnya hingga perguruan tinggi. Namun sang istri meninggal pada 2009.

"Istri saya sudah meninggal tahun 2009 lalu. Anak saya satu, cucu dua. Anak saya lulusan dari universitas," imbuh Sutowo.

Meski tidak seramai era 90an, Sutowo tetap bertahan berjualan es gabus. Sekarang tidak hanya es gabus yang ia bawa berkeliling. Sekarang ia juga membawa jajanan lain seperti jipang, blendong dan jepit.

"Dulu bisa menjual sampai 400 es gabus. Sekarang hanya 100 sampai 150. Itu pun terkadang tidak habis saat pulang," lanjut Sutowo.

Meski begitu, Sutowo tetap bersyukur. Sebab menurutnya, soal rezeki yang menentukan Allah SWT.

 

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama