Viral Fenomena Gumpalan Awan Mirip UFO di Langit Tanggamus, Ini Penjelasannya

Bandar Lampung - Beredar di media sosial penampakan fenomena awan menggumpal di langit Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung.

Diketahui, fenomena tersebut terjadi pada Jumat 25 Desember 20120 sore, yang terlihat di atas atas Gunung Tanggamus. Gumpalan awan tersebut sekilas menyerupai pesawat luar angkasa, atau sekilas juga seperti angin puting beliung.
 
Foto-foto dan video penampakan awan ini diunggah di grup Facebook Portal (Persatuan Orang Tanggamus Lampung).
Terkait fenomena ini, Lampung Geh meminta penjelasan ilmiah dari akademisi Institut Teknologi Sumatera (Itera). Kepala UPT Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Itera, Zadrach mengatakan awan tersebut dinamakan awan Altocumulus Lenticularis.
Awan lentikular (Altocumulus Lenticularis) adalah awan gelombang orografik berbentuk lensa yang terbentuk ketika udara stabil dan angin bertiup melintasi di bukit dan pegunungan dari arah yang sama atau serupa dari ketinggian yang berbeda melalui troposfer.
Viral Fenomena Gumpalan Awan Mirip UFO di Langit Tanggamus, Ini Penjelasannya (2)
Fenomena awan Altocumulus lenticulalris di langit Kabupaten Tanggamus Lampung, Jumat (25/12) | Fotk : Istimewa
"Ini awan Altocumulus Lenticulalris, yang terbentuk di bagian bawah angin (leeward) dari pegunungan akibat pembentukan gerak rotor karena gesekan permukaan yang mengakibatkan terbentuk gelombang di lapisan atas atmosfer," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Dia menambahkan, awan Altocumulus Lenticulalris ini sekilas juga berbentuk seperti lensa bertumpuk. "Awan Altocumulus Lenticularis akan terbentuk pada puncak gelombang akibat penumpukan masa udara, sehingga terlihat seperti lensa bertumpuk. Sedangkan perubahan warna pada awan yang tampak, disebabkan oleh pencahayaan sinar matahari sore," jelasnya.
Kemudian, Zadrach menerangkan bahwa awan ini memang salah satu ciri awan yang berada di daerah pegunungan. Sedangkan terkait fenomena ini, tidak menimbulkan bahaya.
"Ini ciri awan di daerah bawah angin pegunungan. Awan ini adalah ciri dari fenomena meteorologi yang disebut angin Foehn. Fenomena ini tidak berbahaya, hanya saja angin ini bersifat panas dan kering. Di daerah Sumatera Utara disebut angin Bohorok," pungkasnya.
 
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama