Pahlawan Nasional yang Sering di Gambar Anak Sekolah Era 90an

 


Masih ingat di era 90an saat anak anak sekolah SD ataupn SMP masih mendapat tugas pekerjaan rumah untuk menggambar dengan tema gambar pahlawan nasional.


Biasanya saat itu tugas menggambar termasuk dalam mata pelajaran ketrampilan, umumnya semua anak era 90an pernah mengalami tugas menggambar ini dan dengan peralatan buku gambar,pensil serta tidak ketinggalan pengapus karet berbentuk kotak yang harum wanginya, kadang penhapus karet ini lebih dulu habisnya daripada hasil gambarnya emoticon-Ngakak (S) , kita siap siap berpikir untuk menentukan pahlawan siapa yang akan kita gambar.  

Pahlawan pahlawan nasional yang menjadi pilihan untuk digambar pada saat itu juga biasanya ada yang sudah di tentukan oleh guru dan ada juga yang bebas asalkan itu pahlawan nasional dan pada umumnya pilihan anak anak jaman itu masih tidak berbeda beda jauh dalam memilih pahlawan favorit mereka untuk di gambar, sebenarnya bukan karena lebih ke favorit tapi lebih ke tingkat kesulitannya yang paling mudah di gambar emoticon-Ngakak (S)

Berikut beberapa gambar pahlawan yang sering di gambar anak sekolah di era 90an


1. Pangeran Diponegoro  

Bendara Pangeran Harya Dipanegara (lebih dikenal dengan nama Diponegoro, lahir di Ngayogyakarta Hadiningrat, 11 November 1785 – meninggal di Makassar, Hindia Belanda, 8 Januari 1855 pada umur 69 tahun) adalah salah seorang pahlawan nasional Republik Indonesia. Pangeran Diponegoro terkenal karena memimpin Perang Diponegoro/Perang Jawa (1825-1830) melawan pemerintah Hindia Belanda. 



2. Sultan Hasanuddin

Sultan Hasanuddin (lahir di Gowa, Sulawesi Selatan, 12 Januari 1631 – meninggal di Gowa, Sulawesi Selatan, 12 Juni 1670 pada umur 39 tahun) adalah Raja Gowa ke-16 dan pahlawan nasional Indonesia yang terlahir dengan nama I Mallombasi Muhammad Bakir Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangape 



3. Pattimura

Pattimura(atau Thomas Matulessy) (lahir di Haria, pulau Saparua, Maluku, 8 Juni 1783 – meninggal di Ambon, Maluku, 16 Desember 1817 pada umur 34 tahun), juga dikenal dengan nama Kapitan Pattimura adalah pahlawan Maluku dan merupakan Pahlawan nasional Indonesia.



4. Imam Bonjol

Tuanku Imam Bonjol (lahir di Bonjol, Pasaman, Sumatera Barat, Indonesia 1 Januari 1772 - wafat dalam pengasingan dan dimakamkan di Lotak, Pineleng, Minahasa, 6 November 1864), adalah salah seorang ulama, pemimpin dan pejuang yang berperang melawan Belanda dalam peperangan yang dikenal dengan nama Perang Padri pada tahun 1803-1838.[1] Tuanku Imam Bonjol diangkat sebagai Pahlawan Nasional Indonesia berdasarkan SK Presiden RI Nomor 087/TK/Tahun 1973, tanggal 6 November 1973.



5. Teuku Umar

Teuku Umar (Meulaboh, 1854 - Meulaboh, 11 Februari 1899) adalah pahlawan kemerdekaan Indonesia yang berjuang dengan cara berpura-pura bekerjasama dengan Belanda. Ia melawan Belanda ketika telah mengumpulkan senjata dan uang yang cukup banyak.



6. Ki Hajar Dewantara

Raden Mas Suwardi Suryaningrat, sejak 1922 menjadi Ki Hadjar Dewantara, lahir di Pakualaman, 2 Mei 1889 – meninggal di Yogyakarta, 26 April 1959 pada umur 69 tahun. adalah aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, kolumnis, politisi, dan pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia dari zaman penjajahan Belanda. Ia adalah pendiri Perguruan Taman Siswa, 



7. Jendral Sudirman

Jenderal Besar Raden Soedirman lahir 24 Januari 1916 – meninggal 29 Januari 1950 pada umur 34 tahun adalah seorang perwira tinggi Indonesia pada masa Revolusi Nasional Indonesia. Menjadi panglima besar Tentara Nasional Indonesia pertama,



8. R.A Kartini

Raden Adjeng Kartini lahir di Jepara, Hindia Belanda, 21 April 1879 – meninggal di Rembang, Hindia Belanda, 17 September 1904 pada umur 25 tahun atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini adalah seorang tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi.



9. Ir. Soekarno

Ir. H. Soekarno1 (nama lahir: Koesno Sosrodihardjo) (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 6 Juni 1901 – meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970 pada umur 69 tahun) adalah Presiden pertama Republik Indonesia yang menjabat pada periode 1945–1966



10. Cut Nyak Dien

Cut Nyak Dhien (ejaan lama: Tjoet Nja' Dhien, Lampadang, Kerajaan Aceh, 1848 – Sumedang, Jawa Barat, 6 November 1908; dimakamkan di Gunung Puyuh, Sumedang) adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia dari Aceh yang berjuang melawan Belanda pada masa Perang Aceh
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama