Nekat Bacok Pasutri Lansia, Pria di Polman, Sulbar, Serahkan Diri ke Polisi


 POLEWALI MANDAR - Aksi penganiayaan dengan senjata tajam kembali terjadi di Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Pasangan suami-istri lanjut usia, Mn (80) dan istrinya Hs (64), diparangi oleh pelaku M (50) di area persawahan di Desa Tapango pada Minggu (6/12) pukul 06.30 WITA.

Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Syaiful Isnaeni, mengatakan peristiwa penganiayaan dengan senjata tajam itu bermula saat pelaku pulang dari sawahnya dan mendapati korban Mn menanam padi di sawah.
Korban Mn lalu berujar kepada pelaku bahwa dia tak lagi mempunyai hak di sawah tersebut dan melarang pelaku melintas. Merasa tersinggung, pelaku langsung turun ke sawah dan mencabut parang dari sarungnya.
"Kemudian (pelaku) memarangi korban sebanyak tiga kali yang menyebabkan korban mengalami luka terbuka pada bagian kepala kiri dan bagian kanan serta luka terbuka pada bagian punggung," jelas Syaiful, dalam keterangannya.
Ia menambahkan, istri korban, Hs, yang melihat suaminya diparangi mencoba menolong dengan memukul pelaku memakai kayu yang ada di TKP. Merasa kesakitan, pelaku balik menyerang dan mengayunkan parangnya ke belakang dan mengenai kepala korban Hs.

"(Korban Hs) Sempat menangkap parang pelaku, namun pelaku menarik parangnya sehingga tangan kiri dan tangan kanan korban mengalami luka terbuka," imbuh Syaiful.
Dikatakan, usai memarangi kedua korban, pelaku langsung meminta tolong ke tetangganya diantarkan ke Mapolsek Tapango untuk menyerahkan diri.
"Pelaku melihat istrinya teriak-teriak di pinggir sawah menyuruhnya untuk menghentikan memarangi korban. Setelah pelaku melihat korban tidak berdaya, pelaku langsung membawa lari istrinya ke rumahnya dan pelaku meminta tolong kepada tetangganya untuk mengantarkan ke Mapolsek Tapango menyerahkan diri," bebernya.
Syaiful menyebutkan, pelaku dengan korban masih memiliki hubungan keluarga. Istri pelaku merupakan keponakan dari korban. Penganiayaan itu sendiri diduga dipicu pelaku tidak terima keberadaan korban yang masih menggarap sawah seluas 15 hektare.

"Karena sawah tersebut telah menjadi hak milik pelaku berdasarkan keputusan adat, korban sudah menerima keputusan tersebut dan menjadi hak miliknya dari mertua pelaku," jelasnya.
Saat ini pelaku dan barang bukti berupa sebilah parang telah diamankan di Mapolsek Tapango. Sementara kedua korban saat ini mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Pelitakan, Polman.

 

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama