Kisah Mengharukan Dek Via, Pedagang Sayuran Cantik Asal Dumpil Dukuhseti

 


Sabtu pagi, (26/12/20) dara cantik yang ternyata masih kelas Kelas XI di SMAN 2 Tayu ini nampak ramah dan cekatan melayani ibu-ibu yang sedari tadi menunggunya. Aneka keperluan dapur, mulai dari sayuran, ikan, bumbu dapur, kelapa, kerupuk, hingga jajanan pasar tersedia dilapak.
 
Via atau Eka Septia Erviana (17th) nama lengkapnya. Dirinya menjajakan belanjaan dapur tersebut mulai subuh hingga 06.30 WIB di depan rumahnya Desa Dumpil RT 6 RW 1 Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati. Setelah itu, dirinya baru berkeliling.
 
Via mengatakan, ia berjualan menggantikan ibunya, Suprihatin, yang tengah hamil besar. “Saya merasa kasihan sama ibu saya. Tengah malam harus kulakan ke pasar, kadang-kadang kehujanan. Padahal usia kandungannya sudah tujuh bulan. Jadi saya punya inisiatif menggantikan ibu berjualan,” kata Via sambil menahan tangis. Matanya berkaca-kaca.
 
Ia menceritakan, sang ibu juga sebetulnya belum lama mulai berjualan, baru sejak bulan Ramadan lalu.
Sebelumnya, sang ibu bekerja di pabrik konveksi. Namun terpaksa berhenti karena pabrik tempatnya bekerja terdampak pandemi Covid-19. Kini, Via-lah yang menggantikan ibunya berjualan.
Setiap hari, ia bangun pukul 01.00 WIB dini hari, setengah jam kemudian berangkat ke pasar untuk mengulak sayuran. Pukul 04.00 ia pulang dan berjualan di lapak depan rumahnya hingga antara pukul 05.30 sampai 06.30.
 
“Kemudian saya berkeliling di lingkungan desa sampai dagangan habis. Paling lama biasanya sampai pukul 10.00,” jelas putri dari Raslan ini.
 
Ia menuturkan, saat ini dirinya tengah libur sekolah. “Nanti kalau sudah masuk, rencana saya yang ke pasar dan jualan pagi di rumah. Jualan kelilingnya dipikir nanti,” ujar Via.
 
Ditanya mengenai cita-citanya, Via menjawab bahwa prioritasnya adalah membahagiakan orang tua. Karena itulah saat ini ia tidak malu berjualan sayur keliling.
 
 

“Saya nggak malu, karena orang tua saya juga nggak pernah malu bekerja menghidupi keluarga. Penting untuk berbakti pada orang tua, karena mereka sudah membesarkan saya dengan sepenuh hati,” ungkap Via bercucuran air mata.
 
Ditanya apakah punya keinginan berkuliah, Via mengatakan, setelah lulus SMA nanti ia ingin langsung bekerja saja.
 
Ia ingin membantu kedua orang tuanya menyekolahkan Isnaini Bunga Maharani (9), adik kandungnya yang saat ini masih duduk di kelas 3 sekolah dasar.
 
“Saya ingin adik sekolah setinggi-tingginya,” ujar dia sembari menunduk.
Suprihatin, ibu Via, tak kuasa menahan haru mendengar penuturan anak gadisnya. Ia mengatakan, selama ini Via memang selalu bersikap baik dan penurut pada orang tuanya.
 
“Dia anak cerdas. Sejak SD selalu peringkat pertama. Tapi memang sekarang prestasinya sedikit menurun. Saya berharap yang terbaik untuk anak saya,” kata Suprihatin.
 
Tak hanya ibu-ibu, komunitas pesepeda sedayu juga seakan sudah menjadi langganan kembali mampir.
“Kemarin kami bersepeda ke hutan Alaska (sebutan populer untuk area hutan karet di Puncel, Dukuhseti). Nah, kan lewat sini. Kebetulan ketemu Dik Via ini sedang berjualan. Kami beli dagangannya karena kami butuh perbekalan. Kami salut melihat Dik Via masih muda dan cantik tidak malu berjualan membantu orang tuanya. Akhirnya rekan kami Pak Haji Musadi merekam video dan memviralkannya,” jelas dia.

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama