Cerita Pahit Dimas Ahmad, Pernah Diikat Lalu Digebukin Rame-Rame Sama Temannya

 

InfoTerkini - Nama Dimas Ramadhan atau yang lebih akrab dipanggil Dimas Ahmad kini semakin terang. Tak banyak yang tahu, pria 20 tahun ini rupanya juga memiliki kisah pahit nan menegangkan semasa remaja.

Layaknya anak-anak yang lain, Dimas ternyata pernah mengalami kejadian pilu sebagai korban perundungan saat dirinya baru saja duduk di bangku sekolah menengah. Saat menceritakan kembali, sang ibunda Dimas mengungkapkannya dengan menahan air mata lantaran harus mengingat lagi peristiwa yang menimpa sang buah hati.

Tak hanya sekali, Dimas pun harus mengalami peristiwa menyeramkan tersebut hingga dua kali semasa dirinya remaja. Lantas, bagaimana kejadian tersebut berlangsung hingga membuat sang ibunda merasa haru saat menceritakannya kembali?

Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Harus Berpindah Sekolah

Mengalami perundungan semasa remaja bukanlah suatu hal yang mudah. Lantaran pernah menjadi korban perundungan dari beberapa teman sekolahnya, sang ibunda Dimas pun menceritakan bahwa sang putra tercinta harus rela berpindah sekolah.

Hal tersebut tak lain ia lakukan agar Dimas tak kembali mengalami kejadian serupa. Dimas pun diketahui hanya menghabiskan masa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kampung halaman selama satu tahun. Setelah itu, sang ibunda memutuskan untuk memindahkannya di Bekasi.

"SMP dia pernah di sini setahun, makanya ibu bawa pindah ke Bekasi ya gitu ceritanya, banyak yang membully," ujarnya.

Pernah Dikeroyok Sepuluh Orang

Bukan main, saat menjadi korban perundungan, Dimas rupanya pernah dipukul oleh sepuluh orang kawannya. Hal ini seperti yang diceritakan sang ibunda pada kanal YouTube oma traveling dengan judul ‘Kisah Pahit Dimas Ahmad –Curahan Hati Mama #Part 2’.

Sebelum dipukul, sang ibunda mendapatkan keterangan bahwa Dimas harus mendapatkan perlakuan tak pantas terlebih dahulu. Tangan sang putra tercinta diceritakannya pernah diikat menggunakan seutas tali sebelum akhirnya dipukul pada bagian wajah.


"Dia pernah mengalami dikeroyok anak-anak banyak katanya. Ada sepuluh atau lebih begitu," terangnya.

"Terus?," tanya salah seorang pria.

"Terus dia diikat, terus ininya (pipi) digebukin," jawabnya.

Motif Pelaku Perundungan

Saat itu, sang ibunda mengaku seringkali menangis tatkala mengetahui sang Dimas mendapatkan perlakuan tak menyenangkan dari kawan-kawan sekolahnya. Ia merasa tak tega melihat Dimas yang saat itu menjadi korban perundungan hingga melibatkan kontak fisik.

Bukan tanpa alasan, rupanya kawan-kawan Dimas yang menjadi pelaku tersebut memiliki motif tersendiri untuk melakukan perundungan. Sang ibunda mengungkapkan, ternyata mereka ingin meminta uang kepada Dimas.

"Untung ada orang-orang lewat. Pokoknya ibu mah juga sering nangis saja gitu," kenangnya.

"Gara-gara apa, Dim? 'Minta duit' katanya begitu," ungkapnya.

Alami Dua Kali Perundungan

Bukan hanya satu peristiwa pilu saja yang dialami Dimas semasa remaja. Ia diketahui juga pernah menjadi korban begal di salah satu daerah di Bantargebang saat Dimas duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

"Jadi, Dimas sering mengalami pembully-an pada waktu itu," terang salah seorang pria.

"Iya, dua kali itu. Perih-perih pokoknya pengalamannya," katanya.

"Dia dulu waktu SMK yang di Bantargebang itu kelas berapa ya, pokoknya dia kena begal itu. Dia dibawa keliling-keliling. Untungnya dia waspada gitu, dia punya ini (perasaan) kalau enggak baik gitu," ulasnya.

Merasa Bersyukur

Namun, deretan peristiwa pilu yang dialami oleh Dimas nampaknya justru membuat sang ibunda merasa bersyukur. Sebab berkat pengalaman pilu tersebut, kini Dimas justru merasakan hal yang sebaliknya.

Lantaran paras wajahnya yang tampan layaknya artis kondang Raffi Ahmad, kini Dimas Ahmad pun banjir tawaran pekerjaan hingga mulai mampu merasakan kenyamanan hidup.

"Ya ini (ketenaran) hadiah lah buat Dimas gitu," ucapnya.


Baca Juga
Lebih baru Lebih lama