Baru Terungkap! Venus dulunya Dapat Dihuni Seperti Bumi

 


Fakta mengejutkan baru-baru ini di laporkan bahwa Venus dulunya merupakan planet yang habitable seperti bumi dimana kehidupan sangat memungkinkan terjadi di sana, namun sekarang ini Venus menjadi planet yang inhabitable. 


Berubahnya Venus menjadi planet yang tidak bisa dihuni terjadi karena adanya rangkaian fenomena alam yang menyebabkan atmosfer di sana mulai rusak dan seiring waktu tidak sama lagi seperti bumi. Dengan demikian lama kelamaan kehidupan dipermukaan tergerus dan tidak menyisakan tanda-tanda kehidupan lagi. 

Penasaran seperti apa Venus ketika masih seperti bumi, yuk check thread berikut! 




Banyak yang dapat kita pelajari dari planet yamg bertetanggaan dengan bumi ini seperti suhu permukaan planet yang mencapai 450℃, kandungan atmosfir yang di dominasi oleh karbondioksida (mencapai 96%) dan densitas atmosfer 90x dari bumi kita ini. Sebelum memiliki karakterisitik seperti ini, Venus dulunya ternyata memiliki karakteristik persis seperti bumi yaitu iklim yang habitable, adanya laut, hujan, salju, bahkan kehidupan di permukaannya. 

Sebuah studi permodelan berhasil mengungkapkan bahwa sekitar kurang dari 1 milyar tahun yang lalu kondisi Venus yang sama seperti bumi ini harus berakhir hanya karena terjadi pemanasan global. Pemanasan global tersebut merusak seluruh komponen kehidupan di sana dan berangsur-angsur membuat Venus menjadi planet yang benar-benar tidak ada tanda-tanda kehidupan lagi. 

Bukti terjadinya perubahan kondisi planet ini diungkapkan oleh Sara Khawja selaku Master Climate Modellers dari Carleton University yang memimpin studi permodelan perubahan iklim terhadap batuan Venus dibantu Claire Samson selaku Geoscientist dari Tomsk State University. Dalam studi permodelan tersebut banyak fakta mengejutkan yang berhasil diungkapkan antara lain :



1. Venus sebenarnya memiliki atmosfer, suhu, dan kerak yang sama dengan bumi saat ini di mana kehidupan sangat mungkin telah terjadi. Setidaknya dibuktikan lewat sampel ancient rock yang berhasil didapatkan di sana (NASA Magellans Spacecraft Mission 1990).



2. Sebuah perubahan iklim terjadi sekitar kurang dari 1 milyar lalu diakibatkan fenomena erupsi vulkanik dahsyat yang terjadi tiada henti. Mengakibatkan karbondioksida perlahan-lahan mengisi keseluruhan atmosfir. Hal ini terjadi karena venus memiliki aktivitas vulkanik yang lebih tinggi dari bumi atau dikenal dengan aktivitas LIPs (Large Igneous Provinces). Aktivitas ini terpicu setiap 20-30 juta tahun sekali. Sebagai perbandingan LIPs terkecil di planet Venus sebesar negara Canada. 



3. Atmosfer yang mirip seperti bumi akhirnya rusak total karena emisi karbondioksida yang tidak terbendung kemudian pemanasan global terjadi. Dalam waktu yang lama secara berangsur-angsur suhu permukaan meningkat hingga ke tahap yang mematikan. (Post tesserae lava flows study by Carleton and Tomsk State University) 



4. Planet venus rusak permanen dan terjadi kepunahan massal. Segala tanda-tanda kehidupan juga perlahan-lahan terhilangkan oleh LIPs dan suhu permukaan yang luar biasa ekstrem. 


Oalah jadi itu toh penyebab kepunahan massal di planet Venus yang membuat planet tersebut kini tidak ada tanda-tanda kehidupan. Beruntungnya aktivitas vulkanik di planet Bumi tidak sebesar planet Venus, Sehingga lawan kita satu-satunya saat ini ialah Pemanasan Global yang disebabkan bahan bakar fosil. 

Dari hal tersebut dapat kita pelajari bahwa kalau kita tidak bijak dalam menggunakan bahan bakar fosil maka bukan hal mustahil bumi menjadi seperti venus dalam kurun waktu yang sangat lama.
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama